Tanam Serempak di Jejangkit, Batola Dorong Produksi Padi Nasional

Gerakan Tanam Serempak 52.000 hektare di Jejangkit menjadi momentum Batola memperkuat perannya sebagai kawasan pertanian unggulan Kalsel.

BARITO KUALA – Kabupaten Barito Kuala (Batola) menegaskan posisinya sebagai salah satu kawasan pertanian strategis di Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Gerakan Tanam Serempak 52.000 hektare yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) di lahan Optimasi Lahan (Oplah) Brigade Pangan (BP) Bangkit Membangun, Desa Jejangkit Pasar, Kecamatan Jejangkit, Jumat (12/06/2026).

Kegiatan tanam serempak tersebut menjadi bagian dari agenda nasional memperkuat produksi pertanian dan mendukung target swasembada pangan. Program ini difokuskan pada area Oplah dan Corporate Social Responsibility (CSR), sebagaimana dilansir Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, Jumat, (12/06/2026).

Bupati Batola Bahrul Ilmi hadir langsung sekaligus memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya disebut sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batola dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama dari Dinas Pertanian Kabupaten dan Provinsi, serta Kementerian Pertanian melakukan penanaman serentak se-Indonesia. Ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Kabupaten Barito Kuala,” ujar Bupati H. Bahrul Ilmi dalam sambutannya.

Bahrul menilai Batola memiliki kawasan pertanian luas dan strategis. Karena itu, daerah tersebut dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat kontribusi Kalsel terhadap produksi pangan nasional.

“Ini adalah simbol dan harga diri Kalimantan Selatan. Batola dipercayakan oleh Bapak Gubernur sebagai kawasan pertanian unggulan yang harus kita tunjukkan,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel Syamsir Rahman mengapresiasi kehadiran Bupati Batola dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut, dari seluruh Indonesia, hanya ada tiga bupati yang hadir langsung pada kegiatan tanam serempak itu, salah satunya Bupati Batola.

“Barito Kuala menyumbang 333 ribu ton pada saat produksi padi tahun 2025. Tahun 2026, kami berdialog dengan Bapak Bupati untuk memperluas cakupan ke depan,” jelas Ir. H. Syamsir Rahman.

Syamsir juga memuji kinerja Brigade Pangan di Jejangkit yang dinilai mampu mengelola lahan secara masif. Menurut dia, penguatan kawasan pertanian unggulan perlu diikuti perluasan cakupan dan kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Jejangkit, kepala desa, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Batola, Komando Distrik Militer (Kodim) 1005 Batola, perwakilan Kementan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Batola, DPKP Kalsel, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin, Pupuk Indonesia, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalsel, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Rawa, Ketua Kelompok Substansi (Kelsi) Penyuluhan Kalsel, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta Brigade Pangan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi penanaman padi secara serempak oleh Bupati Batola dan para tamu undangan. Gerakan ini diharapkan memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, dan lembaga pendukung dalam menjaga produktivitas pangan serta memperluas kontribusi Batola terhadap swasembada pangan nasional. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com