BERAU — Wacana pembangunan berbagai proyek infrastruktur di Kabupaten Berau kembali menjadi perhatian kalangan legislatif. Anggota DPRD Berau, Sakirman, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak terburu-buru menjalankan banyak proyek sekaligus tanpa mempertimbangkan skala prioritas.
Menurutnya, pembangunan yang direncanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) harus benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan paling mendesak agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.
Sakirman menilai perencanaan pembangunan yang terarah akan membuat penggunaan anggaran lebih efektif dan tidak membebani keuangan daerah.
Ia menegaskan bahwa setiap program pembangunan harus memiliki tujuan yang jelas serta berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pembangunan harus benar-benar tepat sasaran dan didasarkan pada kebutuhan yang paling prioritas,” ujarnya pada Kamis (05/03/2026).
Ia mengakui bahwa sejumlah proyek strategis seperti pembangunan jembatan maupun jalan lingkar dalam memang memiliki nilai penting dalam mendukung perkembangan wilayah.
Namun demikian, menurutnya pemerintah daerah perlu mempertimbangkan keterbatasan anggaran sebelum menjalankan seluruh proyek tersebut secara bersamaan.
Sakirman menjelaskan bahwa proyek infrastruktur berskala besar membutuhkan biaya yang tidak sedikit serta waktu pengerjaan yang cukup panjang.
Karena itu, ia menilai pemerintah daerah harus menentukan tahapan pembangunan yang paling realistis.
Menurutnya, proyek jembatan dapat memberikan dampak signifikan dalam memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi barang.
Sementara itu, pembangunan jalur lingkar dalam dinilai berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas di pusat kota sekaligus membuka peluang pengembangan kawasan ekonomi baru.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kedua proyek tersebut tidak bisa langsung memberikan manfaat dalam waktu singkat karena membutuhkan proses pembangunan yang bertahap.
“Memang proyek seperti jembatan dan jalur lingkar dalam memiliki manfaat besar. Namun hasilnya tidak bisa langsung dirasakan sekarang karena memerlukan waktu dan biaya yang cukup besar,” katanya.
Sebagai solusi, Sakirman menyarankan agar pemerintah daerah lebih dulu membuka akses jalan penghubung antarwilayah sebelum melakukan peningkatan kualitas jalan secara bertahap.
Langkah tersebut dinilai dapat mempercepat konektivitas wilayah tanpa harus menunggu anggaran besar untuk pembangunan jalan permanen.
Menurutnya, pembukaan akses jalan sederhana sudah cukup untuk memberikan manfaat awal bagi masyarakat.
“Yang penting akses jalannya dibuka dulu agar masyarakat bisa memanfaatkannya. Soal peningkatan kualitas jalan seperti pengaspalan bisa dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Ia berharap perencanaan pembangunan yang lebih terarah dapat membuat program infrastruktur di Kabupaten Berau berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan