KNPI Kutim Siapkan Pendampingan NIB dan Halal bagi Pelaku UMKM

KUTAI TIMUR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutai Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendorong keberlanjutan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat pembinaan kepemudaan melalui berbagai program kegiatan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Ramadan Fest yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta generasi muda di daerah tersebut.

Melalui kepanitiaan Ramadan Fest, KNPI Kutai Timur tidak hanya menghadirkan kegiatan hiburan dan ekonomi selama bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadikannya sebagai sarana untuk menampung aspirasi pelaku usaha serta menggali potensi kreatif pemuda.

Sekretaris Ramadan Fest KNPI Kutim, Dimas, menegaskan bahwa keterlibatan para pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi KNPI untuk merancang program pembinaan yang lebih terarah di masa mendatang.

Ia menjelaskan bahwa salah satu kendala yang selama ini dihadapi oleh pelaku usaha kecil di Kutai Timur adalah kesulitan dalam mengurus legalitas usaha, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal.

“Ke depan kita evaluasi lagi. Karena kan selama ini mereka agak susah untuk membuat NIB untuk membuat sertifikasi halal itu kan. Ini yang akan kita coba komunikasikan dengan organisasi UMKM,” ujar Dimas di Polsek Sangatta Utara, Minggu (08/03/2026) malam.

Menurutnya, persoalan legalitas usaha tersebut menjadi perhatian serius karena sangat berpengaruh terhadap pengembangan usaha para pelaku UMKM, terutama dalam meningkatkan daya saing produk dan memperluas akses pasar.

Dimas menambahkan bahwa upaya pembinaan terhadap pelaku UMKM tidak akan berhenti setelah pelaksanaan Ramadan Fest selesai. Pihak KNPI Kutai Timur berencana membangun komunikasi lebih intensif dengan berbagai pihak setelah perayaan Idulfitri untuk membantu pelaku usaha memperoleh legalitas usaha yang lengkap.

Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan dukungan nyata bagi pelaku UMKM agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, kegiatan Ramadan Fest juga memiliki tujuan sosial yang lebih luas, khususnya dalam membangun aktivitas positif bagi kalangan pemuda.

Dimas menyebut kegiatan tersebut juga menjadi salah satu upaya preventif untuk menekan potensi kenakalan remaja selama bulan Ramadan, termasuk aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat. “Harapannya, bukan seleksi resmi gitu. Karena sekaligus juga mengantisipasi balap liar. Jadi mengalihkan kegiatan-kegiatan pemuda,”pungkasnya.

Melalui kegiatan yang bersifat kreatif, edukatif, dan produktif, KNPI Kutai Timur berharap generasi muda dapat menyalurkan energi serta kreativitasnya ke arah yang lebih positif sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ekonomi daerah. []

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com