BANJARMASIN – Sebuah bangunan yang berada di kawasan Pasar Ujung Murung, Jalan Ujung Murung, Kecamatan Banjarmasin Tengah, dilaporkan roboh ketika aktivitas pasar sedang berlangsung ramai. Peristiwa tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
Insiden ambruknya bangunan itu mengakibatkan seorang warga mengalami luka. Korban diketahui bernama Suwarni (57). Ia mengalami cedera pada bagian kaki serta pinggang akibat tertimpa material bangunan yang runtuh.
Setelah kejadian, korban segera mendapatkan pertolongan dari warga dan relawan yang berada di lokasi. Selanjutnya, Suwarni dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Informasi mengenai peristiwa tersebut pertama kali diterima dari relawan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Laporan itu kemudian diteruskan kepada pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut.
Seorang relawan yang berada di lokasi mengatakan bahwa laporan mengenai bangunan roboh tersebut diterima pada Kamis (12/03/2026).
“Kami menerima laporan bahwa ada bangunan di kawasan Pasar Ujung Murung yang ambruk,” ujarnya.
Selain menimbulkan korban luka, runtuhnya bangunan juga berdampak pada beberapa bangunan yang berada di sekitarnya. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan akibat tertimpa material yang jatuh.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin kemudian turun ke lokasi untuk melakukan penanganan serta memastikan kondisi area sekitar tetap aman bagi masyarakat.
Komandan Regu BPBD Kota Banjarmasin, Andi, menjelaskan bahwa bangunan yang roboh tersebut sebenarnya sudah lama berada dalam kondisi tidak layak.
Menurutnya, tanda-tanda kerusakan pada bangunan tersebut sudah terlihat sebelum kejadian. Struktur bangunan bahkan disebut sudah mengalami kemiringan yang cukup signifikan. “Bangunan itu memang sudah lama dan kondisinya cukup rapuh sehingga sangat berisiko mengalami keruntuhan,” kata Andi.
Ia menambahkan bahwa sebagian struktur bangunan telah mengalami kemiringan yang cukup besar sebelum akhirnya runtuh. Diperkirakan sekitar 30 persen bangunan sudah dalam kondisi miring.
Selain faktor usia bangunan, material penyusun bangunan juga dinilai menjadi salah satu penyebab keruntuhan. Sebagian besar konstruksi menggunakan kayu yang sudah lapuk karena usia. “Materialnya sebagian besar dari kayu, dan kayu tersebut sudah tua serta mulai mengeropos,” jelasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan terhadap bangunan-bangunan lama yang masih digunakan, terutama di kawasan pasar yang memiliki tingkat aktivitas masyarakat cukup tinggi. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan