Dapur MBG di Sanggau Ditutup Sementara Usai Temuan Telur Busuk

Operasional dapur MBG di Sanggau dihentikan sementara sejak 13 Maret 2026 setelah temuan telur busuk pada menu makanan siswa.

SANGGAU – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Mukok Semuntai, Kabupaten Sanggau, menyusul temuan makanan tidak layak konsumsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral di masyarakat.

Keputusan penghentian tersebut tertuang dalam surat bernomor 909/D.TWS/03/2026 tertanggal 13 Maret 2026, setelah adanya laporan terkait temuan telur busuk dalam menu yang disajikan kepada siswa sekolah dasar.

Kasus ini mencuat setelah sebanyak 30 butir telur busuk ditemukan dalam paket makanan yang diterima siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 5 Semuntai. Temuan tersebut kemudian dilaporkan dan menjadi perhatian publik setelah beredar di media sosial.

Kepala Program MBG Region Kalimantan Barat (Kalbar) Agus Kurniawi menyatakan bahwa penghentian operasional dilakukan sebagai langkah evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan.

“Operasional SPPG Mukok Semuntai untuk sementara dihentikan sampai hasil pemeriksaan selesai dan dapur tersebut dinyatakan kembali memenuhi standar mutu gizi serta keamanan pangan yang berlaku,” kata Agus, sebagaimana diberitakan Detikkalimantan, Senin, (16/03/2026).

Menurutnya, keputusan tersebut juga didasarkan pada hasil investigasi awal serta laporan dari Koordinator Regional Kalbar terkait dugaan ketidaksesuaian kualitas gizi pada menu MBG yang disalurkan.

Ia menegaskan bahwa program MBG memiliki komitmen untuk menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat, khususnya pelajar.

“Prinsipnya kami tidak mentoleransi adanya bahan pangan yang tidak layak konsumsi. Karena itu, evaluasi langsung dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Selain itu, seluruh dapur MBG diwajibkan mematuhi ketentuan dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025 tentang percepatan pengelolaan keamanan pangan pada SPPG.

Saat ini, tim dari Badan Gizi Nasional masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti temuan tersebut, sekaligus mengevaluasi sistem pengadaan, penyimpanan, dan pengolahan bahan makanan di dapur SPPG Mukok Semuntai.

Selama proses investigasi berlangsung, operasional dapur tetap dihentikan sementara hingga dinyatakan memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap program pemenuhan gizi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kualitas makanan yang disalurkan kepada peserta didik. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com