Kebijakan Darurat BBM Diterapkan Jelang Idulfitri

Pemkot Singkawang memberlakukan pembatasan pembelian BBM dan pengawasan ketat SPBU pada 16 Maret 2026 untuk meredam panic buying.

SINGKAWANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang menerapkan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sebagai respons atas meningkatnya antrean akibat fenomena panic buying, Senin (16/03/2026).

Kebijakan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), PT Pertamina, serta pengelola SPBU yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie di ruang rapat Wali Kota.

Dalam hasil rapat itu, Pemkot Singkawang menetapkan pembatasan pembelian BBM jenis Pertalite untuk menjaga stabilitas distribusi. Sepeda motor dengan kapasitas mesin di bawah 125 cc dibatasi maksimal 3 liter per hari, sementara sepeda motor di atas 125 cc maksimal 5 liter per hari. Adapun kendaraan roda empat hanya diperbolehkan mengisi maksimal 30 liter per hari.

Selain pembatasan, SPBU juga diminta memprioritaskan pengisian BBM bagi kendaraan layanan publik seperti ambulans, kendaraan pemadam kebakaran, dan kendaraan pengangkut sampah guna memastikan pelayanan dasar tetap berjalan.

Untuk memperketat pengawasan, aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) disiagakan di setiap SPBU guna mencegah potensi penyimpangan distribusi.

Kebijakan tambahan juga diterapkan bagi pembelian menggunakan jeriken, di mana masyarakat diwajibkan melalui jalur khusus serta melampirkan surat rekomendasi dari instansi terkait.

Sebagai langkah pengendalian sementara, operasional SPBU di wilayah Singkawang akan dibatasi hingga pukul 00.00 WIB setiap hari selama kondisi panic buying masih berlangsung.

“Hasil rapat ini akan segera ditindaklanjuti melalui surat edaran. Kebijakan ini hanya berlaku selama kondisi panic buying,” ujar Tjhai Chui Mie, sebagaimana diberitakan Pontianak Post, Senin, (16/03/2026).

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut diambil untuk meredam kepanikan masyarakat serta mengurangi antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

Lebih lanjut, Pemkot Singkawang memastikan bahwa pasokan BBM di wilayah tersebut dalam kondisi aman berdasarkan konfirmasi dari PT Pertamina wilayah Kalimantan Barat.

“Ini bukan hanya pernyataan kami. Pertamina sudah memastikan bahwa stok BBM aman dan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Jadi tetap tenang, jangan ada penimbunan ataupun penyimpangan konsumsi BBM,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipatif, Pertamina juga telah menambah kuota harian untuk BBM jenis Pertalite dan Pertamax guna menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat menjelang Idulfitri.

Kebijakan ini diharapkan mampu menekan praktik pembelian berlebih serta mengembalikan distribusi BBM ke kondisi normal dalam waktu dekat. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com