Operasi pencarian ABK kapal terbalik di Sungai Kapuas dihentikan setelah tujuh hari tanpa hasil, satu korban masih dinyatakan hilang.
SANGGAU – Upaya pencarian terhadap anak buah kapal (ABK) MV JH 07 bernama Yan Zhe yang hilang akibat insiden kapal terbalik di Sungai Kapuas, Desa Sansat, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), resmi dihentikan setelah tujuh hari tanpa hasil.
Keputusan penghentian operasi tersebut diambil setelah tim SAR gabungan tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban hingga hari ketujuh pencarian, Sabtu (21/3/2026) sore. Evaluasi bersama seluruh unsur terkait menyimpulkan bahwa pencarian tidak lagi menunjukkan perkembangan signifikan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa berbagai metode telah diterapkan selama proses pencarian.
“Pada hari ketujuh (Jumat), pencarian dilakukan dengan pola visual di permukaan dan penyelaman dengan radius hingga 10 nautical mile dari lokasi kejadian,” ujarnya, sebagaimana dilansir Detik Kalimantan, Sabtu (21/03/2026) .
Namun hingga pukul 16.35 WIB, hasil pencarian tetap nihil. “Operasi SAR hari ketujuh dihentikan sementara dengan hasil nihil. Korban atas nama Yan Zhe belum ditemukan,” jelasnya.
Junetra menambahkan, keputusan penghentian operasi diambil setelah koordinasi dengan pihak perusahaan PT WAI serta seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi tersebut.
Pada pukul 17.10 WIB, Koordinator Misi Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue Mission Coordinator/SMC) mengusulkan penutupan operasi SAR, yang kemudian disepakati bersama.
“Seluruh unsur SAR dikembalikan ke satuan masing-masing. Namun Kansar Pontianak tetap melakukan pemantauan. Jika ada tanda-tanda korban ditemukan, operasi bisa dibuka kembali,” katanya.
Insiden kapal MV JH 07 terbalik terjadi saat aktivitas penambangan pasir di Sungai Kapuas. Peristiwa tersebut melibatkan tiga orang korban.
Dua korban sebelumnya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni Benget Situmeang dan Shang Mingde, sementara satu korban lainnya, Yan Zhe, hingga kini masih dinyatakan hilang.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius terkait keselamatan kerja di sektor penambangan sungai, sekaligus mengingatkan pentingnya penerapan standar operasional dan mitigasi risiko dalam aktivitas tersebut, sebagaimana diberitakan Detikkalimantan, Sabtu (21/03/2026). []
Penulis: Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan