Musim Durian Mulai Tiba, Pedagang di Kubar Nikmati Kenaikan Omzet

Penjualan durian di Barong Tongkok mulai meningkat pasca Lebaran meski musim panen belum merata.

KUTAI BARAT – Penjualan durian di kawasan Jalan Ahmad Yani, Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menunjukkan tren positif pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, meski peningkatannya belum terlalu signifikan seiring belum meratanya musim panen.

Salah satu penjual durian di lokasi tersebut, Tius, mengatakan peningkatan penjualan mulai terasa dalam sepekan terakhir setelah Lebaran. Ia menyebutkan durian yang dijual berasal dari wilayah sekitar yang dikenal dengan nama Galileo, yang saat ini baru memasuki awal masa panen.

“Ini bukan buah terakhir, memang jatuhnya agak lambat tahun ini. Baru seminggu sebelum Lebaran mulai banyak,” ujar Tius saat ditemui pada Senin (23/03/2026).

Menurut Tius, kondisi tersebut membuat ketersediaan durian belum sepenuhnya stabil seperti pada musim puncak sebelumnya. Namun demikian, permintaan dari masyarakat tetap ada dan cenderung meningkat pasca Lebaran.

Dari sisi pendapatan, Tius mengaku hasil penjualan masih fluktuatif. Dalam sehari, ia dapat memperoleh sekitar Rp500 ribu, bahkan lebih ketika jumlah pembeli meningkat. “Pendapatan sehari kadang Rp500 ribu, kadang lebih, tapi memang tidak tentu,” katanya.

Ia menjual durian dengan harga bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp70 ribu per buah, tergantung ukuran dan kualitas. Tius juga memastikan durian yang dijual memiliki kualitas baik dengan daging yang tebal, sehingga diminati pembeli. “Durian di sini isinya bagus, tebal,” tambahnya.

Selain berjualan durian, Tius juga menyediakan kebutuhan kelontongan sebagai upaya menambah penghasilan. Ia melayani pembelian eceran maupun dalam jumlah besar atau borongan bagi pelanggan yang berminat.

Lokasi lapaknya berada di pinggir Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Istana Buah Lokal, Barong Tongkok, atau sekitar 700 meter dari lampu merah Barong Tongkok. Meski belum memiliki nama resmi, lokasi tersebut cukup mudah dikenali oleh masyarakat sekitar.

Tius memperkirakan ketersediaan durian masih akan berlangsung hingga April 2026, meskipun distribusi buah tidak merata karena proses panen yang bertahap. “Masih ada sampai bulan empat, tapi memang tidak merata jatuhnya,” jelasnya.

Ia berharap usahanya terus berkembang dan penjualan durian semakin meningkat dalam waktu mendatang. “Harapannya ya semoga tambah laris,” tutupnya. []

Penulis: Muhammad Jamaluddin | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com