Panic Buying Dimanfaatkan, BBM Oplosan Dijual di Pontianak

Polisi Pontianak mengungkap maraknya peredaran BBM oplosan yang dicampur oli bekas di tengah fenomena panic buying, dan mengimbau masyarakat lebih waspada.

PONTIANAK – Polisi mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap peredaran bahan bakar minyak (BBM) oplosan yang diduga marak di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), di tengah meningkatnya fenomena panic buying.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak, Happy Margowati Suyono, mengungkapkan adanya oknum yang memanfaatkan situasi dengan menjual BBM tidak sesuai standar demi keuntungan pribadi.

“Fenomena ini sangat merugikan masyarakat. Selain tidak sesuai standar, BBM oplosan juga berpotensi menimbulkan kerusakan pada kendaraan,” ujar Happy sebagaimana dilansir Detikkalimantan, Senin, (23/03/2026).

Polisi menerima sejumlah laporan dari warga yang merasa dirugikan setelah membeli BBM eceran yang ternyata telah dicampur dengan bahan lain, seperti oli bekas hingga zat tambahan tertentu.

Menurut Happy, penggunaan BBM oplosan dapat berdampak serius terhadap kendaraan. Salah satu cirinya adalah munculnya asap berlebih saat mesin digunakan.

“Campuran tersebut bisa menyebabkan kendaraan mengeluarkan asap berlebih, bahkan berdampak pada kerusakan mesin,” ucapnya.

Kondisi ini diduga terjadi seiring meningkatnya permintaan BBM akibat fenomena panic buying, yang dimanfaatkan sebagian pihak untuk menjual BBM dengan kualitas rendah.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membeli BBM, terutama dari penjual eceran yang tidak jelas sumber dan kualitasnya.

“Mari kita ciptakan situasi di Pontianak yang aman dan nyaman. Jangan mudah tergiur harga murah tanpa memastikan kualitas,” imbaunya.

Selain meningkatkan kewaspadaan, masyarakat juga diminta berperan aktif melaporkan jika menemukan indikasi peredaran BBM oplosan di lingkungan sekitar.

Pihak kepolisian memastikan akan terus melakukan pengawasan dan penindakan guna mencegah praktik curang yang merugikan masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Pontianak.[]

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com