Oleh: Amy Maulana
Expert Rusia-Indonesia, ANO Center for Mediastrategi
MOSKOW – International Festival of Youth (IFY) 2026 tidak hanya menghadirkan forum diskusi global, tetapi juga menawarkan program ekspedisi regional yang akan melibatkan sekitar 1.000 peserta untuk menjelajahi 30 wilayah di Rusia dan Abkhazia. Penyelenggara memastikan ketersediaan fasilitas berupa akomodasi, konsumsi, dan transportasi bagi seluruh peserta yang terakreditasi selama kegiatan berlangsung.
Berdasarkan informasi dari laman resmi wyffest.com, program unggulan IFY 2026 berupa ekspedisi regional dirancang untuk memperkenalkan keragaman budaya Rusia melalui kunjungan ke berbagai wilayah. Program ini berlangsung selama lima hari dan terbuka bagi peserta internasional berusia 18–35 tahun yang mengikuti jalur seleksi utama.
Penyelenggara menyediakan akomodasi di hotel atau asrama dengan mempertimbangkan aspek usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, serta latar belakang budaya dan keagamaan peserta. Konsumsi juga disesuaikan dengan kebutuhan diet tertentu. Untuk peserta internasional berusia 14–17 tahun, biaya perjalanan dari negara asal menuju lokasi kegiatan ditanggung sepenuhnya oleh panitia. Sementara itu, peserta berusia 18–35 tahun dengan hasil seleksi terbaik juga berpeluang memperoleh fasilitas pembiayaan perjalanan.
Panitia menyatakan bahwa program ekspedisi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung dalam memahami kehidupan sosial dan budaya Rusia. Setiap perjalanan dirancang dengan fokus pada interaksi manusia, ruang sosial, dan tradisi lokal (Sumber: wyffest.com/en/events/mfm2026).
Dalam perspektif yang lebih luas, program ekspedisi ke berbagai wilayah tersebut dapat dipahami sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya. Melalui keterlibatan peserta internasional di berbagai daerah, Rusia tidak hanya memperkenalkan potensi pariwisata, tetapi juga menampilkan dinamika sosial-ekonomi di luar pusat-pusat kota utama. Pendekatan ini berpotensi membangun pemahaman yang lebih komprehensif serta memperkuat hubungan antar masyarakat lintas negara.
Bagi pemuda Indonesia, program ini memberikan pengalaman imersif yang relatif jarang diperoleh. Peserta tidak hanya berperan sebagai pengamat, tetapi juga memiliki peluang untuk mengembangkan gagasan kolaboratif, termasuk dalam bidang desain program dan kemitraan regional.
Selain itu, interaksi langsung dengan keragaman budaya di Rusia berpotensi memperkaya perspektif peserta mengenai multikulturalisme. Pengalaman tersebut dapat menjadi referensi dalam memperkuat harmoni sosial di Indonesia yang memiliki tingkat keberagaman tinggi, sekaligus mendorong pengembangan program pertukaran pemuda berbasis potensi lokal. []
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan