Tren Wisata Naik, Museum Mulawarman Diserbu Pengunjung

Lonjakan kunjungan Museum Mulawarman selama libur Lebaran menunjukkan meningkatnya minat wisata edukasi sejarah di Kukar.

KUTAI KARTANEGARA – Kunjungan wisatawan ke Museum Mulawarman di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami peningkatan signifikan selama libur Lebaran 1447 Hijriah, dengan total pengunjung mencapai lebih dari 2.300 orang dalam periode 21 hingga 24 Maret 2026.

Lonjakan kunjungan tersebut didominasi wisatawan domestik, khususnya kalangan dewasa, yang memanfaatkan momentum libur panjang untuk berwisata sekaligus belajar sejarah daerah.

Petugas loket Museum Mulawarman, Johansyah, menjelaskan tren peningkatan kunjungan terjadi secara bertahap setiap hari selama periode libur.

“Kalau untuk hari-harinya memang ada peningkatan. Tanggal 21 itu 115 orang dewasa, tanggal 22 naik jadi 334 orang, tanggal 23 sebanyak 432 orang, dan tanggal 24 mencapai 459 orang,” ujar Johansyah, Rabu (25/03/2026).

Ia merinci, total pengunjung dewasa selama periode tersebut mencapai 1.340 orang, sementara pengunjung anak-anak sebanyak 1.006 orang.

Petugas loket Museum Mulawarman, Johansyah

Menurut Johansyah, tren kunjungan tahun ini tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya kebijakan pemerintah daerah pada Lebaran tahun lalu yang menggratiskan tiket masuk museum melalui program gubernur bertajuk Gratis Poll.

“Kalau tahun kemarin itu gratis penuh, jadi semua pengunjung dicatat, mulai dari PAUD sampai SMA. Kalau sekarang, kita hanya menghitung berdasarkan penjualan tiket,” jelasnya.

Untuk tarif masuk, pengelola museum memberlakukan harga tetap tanpa perbedaan antara hari biasa dan masa libur. Pengunjung dewasa dikenakan tarif Rp10.000, anak-anak Rp5.000, sedangkan wisatawan mancanegara sebesar Rp15.000.

Meski terjadi lonjakan kunjungan, jumlah wisatawan mancanegara masih sangat terbatas. Selama periode libur Lebaran, hanya satu wisatawan asing yang tercatat berkunjung. “WNA selama liburan ini cuma satu orang, dari Belanda,” kata Johansyah.

Salah satu pengunjung, Edo, mengaku sengaja mengajak keluarganya berkunjung ke museum sebagai sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.

“Saya ingin melihat dan memperkenalkan ini kepada cucu-cucu saya. Karena menurut saya, ini museum tertua kita di Kalimantan Timur (Kaltim), jadi generasi muda harus tahu bahwa kita juga punya sejarah kerajaan seperti di Jawa,” ujarnya.

Museum Mulawarman merupakan bekas istana Kesultanan Kutai Kartanegara yang kini berfungsi sebagai salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di Kaltim. Keberadaannya dinilai strategis dalam memperkenalkan warisan budaya serta sejarah lokal kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda, sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah. []

Penulis: M. Reza Danuarta | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com