Hari Buku Sedunia, GPMB Paser Soroti Minimnya Akses Buku Bermutu

Peringatan Hari Buku Sedunia dimanfaatkan sebagai momentum untuk mendorong peningkatan literasi di Paser di tengah keterbatasan akses dan mahalnya harga buku.

PASER
– Peringatan Hari Buku Sedunia atau World Book and Copyright Day yang jatuh setiap 23 April dimanfaatkan sebagai momentum untuk mendorong peningkatan literasi, khususnya di Kabupaten Paser (Paser). Ketua Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) Paser, Kasrani Latief, menilai peringatan ini penting untuk memperkuat peran buku dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia.

Hari Buku Sedunia ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pada 15 November 1995, atas usulan Serikat Penerbit Buku Catalonia, Spanyol. Tanggal 23 April dipilih karena bertepatan dengan wafatnya dua tokoh sastra dunia, William Shakespeare dan Miguel de Cervantes, pada 1616. Sejak 1996, peringatan ini dirayakan secara global untuk mendorong minat baca, budaya menulis, serta perlindungan hak cipta.

Kasrani mengatakan, tingkat literasi di Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara lain, sehingga diperlukan upaya serius untuk meningkatkannya, termasuk di Paser.

‎”Kita tau bahwa tingkat literasi di Indonesia masih sangat jauh dari negara tetangga, untuk itu melalui hari buku ini, menjadi momentum untuk mendorong peningkatan literasi di Indonesia, khususnya di kabupaten Paser”, ungkap Kasrani, Jumat (24/04/2026).

Menurutnya, berbagai tantangan masih membayangi dunia literasi, salah satunya keterbatasan akses terhadap buku berkualitas dengan harga terjangkau. Selain itu, distribusi buku yang belum merata serta minimnya perpustakaan yang menyediakan koleksi terbaru turut memengaruhi rendahnya minat baca masyarakat.

‎”Kita lihat saja terkait harga buku yang masih jauh dari harga terjangkau. Ketersediaan dan distribusi buku juga menjadi kendala. Minimnya perpustakaan yang menghadirkan buku-buku terbaru, semakin memperburuk minat baca”, imbuhnya.

Kasrani menekankan, penyediaan buku bermutu sejak dini menjadi tanggung jawab bersama. Ia mendorong berbagai program literasi, seperti sayembara penulisan cerita anak, program dompet buku, serta inisiatif lain untuk menambah koleksi bacaan dan membangun kebiasaan membaca sejak usia dini.

‎”Hal ini penting karena literasi berperan penting bagi kualitas hidup. Literasi berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, kemajuan teknologi, dan kesehatan masyarakat”, ungkap Kasrani.

Ia menambahkan, literasi merupakan investasi jangka panjang yang menentukan masa depan individu maupun masyarakat secara luas.

‎”literasi menjadi kunci untuk menciptakan kehidupan masa depan yang lebih baik”, pungkasnya.

Kasrani berharap, momentum Hari Buku Sedunia dapat menjadi titik tolak untuk memperkuat gerakan literasi di Paser, mulai dari penyediaan buku berkualitas hingga pembiasaan membaca sejak dini di berbagai lapisan masyarakat. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com