Dari Kartini ke Aksi Nyata, PKK Kutim Fokuskan Pemberdayaan Perempuan

TP PKK Kutim memanfaatkan momentum Hari Kartini untuk memperkuat peran perempuan melalui peningkatan kapasitas kader, pendidikan anak, dan penguatan ekonomi berbasis koperasi.

KUTAI TIMUR – Momentum peringatan Hari Kartini dimanfaatkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk memperkuat arah pemberdayaan perempuan, dengan menitikberatkan pada peningkatan kapasitas kader, perlindungan anak, serta penguatan ekonomi berbasis koperasi di Gedung Wanita, Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta, Jumat (24/04/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Perempuan Hebat, Perempuan Berdaya, Perempuan Berkarya Indonesia Maju” ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi forum konsolidasi program antara TP PKK Kutim dengan pengurus di tingkat kecamatan hingga desa, guna memastikan implementasi program berjalan lebih konkret di masyarakat.

Ketua TP PKK Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, menegaskan bahwa semangat Hari Kartini harus diterjemahkan dalam peran nyata perempuan di berbagai sektor kehidupan. “Perempuan diharapkan tampil sebagai agen perubahan yang cerdas, tangguh, inovatif, dan berakhlak mulia serta tidak hanya berfokus pada tugas domestik semata,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas kader PKK sebagai ujung tombak pelaksanaan program di lapangan. “PKK harus menjadi gerakan nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat melalui pelaksanaan program-program tersebut,” tegasnya.

Selain itu, perhatian turut diarahkan pada isu pendidikan anak dan perkembangan sosial di era digital. Siti Robiah menyoroti perlunya upaya bersama dalam mengatasi Anak Tidak Sekolah (ATS), mencegah kenakalan remaja, serta meningkatkan literasi digital agar teknologi dimanfaatkan secara positif. “Orang tua dan pengurus PKK harus mendampingi anak, mencontoh perilaku baik (misalnya. mengurangi merokok), dan mempromosikan penggunaan teknologi yang bermanfaat,” lanjutnya.

Dalam aspek ekonomi, TP PKK Kutim juga merancang penguatan kelembagaan koperasi melalui pembaruan akta notaris dan penggabungan unit koperasi tingkat kecamatan dan desa. “Sosialisasi oleh Dinas Koperasi akan dilaksanakan; diharapkan PKK kecamatan dan desa bergabung sebagai unit koperasi untuk manfaat bersama,” ungkapnya.

Tak kalah penting, ia menyoroti perlunya sinergi lintas wilayah dalam pelaksanaan program PKK. “Pentingnya saling berbagi pengalaman antar kecamatan dan keterlibatan penuh aparat seperti camat, ketua PKK kecamatan, dan pengurus wilayah,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antar tingkatan menjadi kunci dalam mengoptimalkan program yang dijalankan. “Kolaborasi lintas tingkatan diperlukan untuk mengurangi beban bersama dalam pelaksanaan program dan kegiatan PKK,” ujarnya, Jumat (24/04/2026). []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com