Rumah 10 Tahun di Banjarmasin Mendadak Condong dan Nyaris Roboh

Rumah dua lantai milik Badur di Jalan Gerilya, Banjarmasin, nyaris roboh setelah bangunannya tiba-tiba miring dan membuat warga sekitar khawatir.

BANJARMASIN – Sebuah rumah dua lantai di Jalan Gerilya, Kampung Peradaban, Rukun Tetangga (RT) 19, Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin (Banjarmasin), Kalimantan Selatan (Kalsel), nyaris roboh setelah bangunannya tiba-tiba miring, Sabtu (23/05/2026) sore menjelang magrib.

Bangunan tersebut terlihat condong ke sisi kiri. Bagian teras lantai dua juga patah dan hampir ambruk. Kondisi itu membuat warga sekitar khawatir karena rumah berada tidak jauh dari jalan utama yang kerap dilalui kendaraan besar.

Pemilik rumah, Badur, mengaku sudah berada di luar rumah saat peristiwa terjadi. Ia menyebut beberapa hari sebelumnya sempat mendengar suara dari dalam bangunan, sebagaimana diberitakan Banjarmasinpost, Minggu (24/05/2026).

“Saya sudah di luar saat kejadian, memang semingguan ini ada terasa berbunyi-bunyi,” ujar Badur.

Badur mengatakan tidak banyak barang yang sempat diselamatkan. Ia hanya berhasil mengeluarkan televisi sebelum rumah tersebut miring parah. Sementara sejumlah perabot lain masih tertinggal di dalam rumah.

“TV aja sempat dikeluarkan sisanya masih ada di dalam, kulkas, lemari, mesin cuci. Masih ada di dalam semua,” ujar Badur.

Menurut Badur, rumah itu telah berdiri sekitar 10 tahun. Selama ini, bangunan tersebut dinilai dalam kondisi aman. Ia pun tidak menyangka rumahnya akan mengalami kerusakan berat hingga nyaris roboh.

“Ouh tidak ada firasat mau roboh. Ada sudah rencana memanggil tukang, karena terasa berbunyi-bunyi. Tapi belum sempat ada tukang, sudah miring duluan,” ujar Badur.

“Sepuluh tahun sudah ini, aman-aman aja padahal. Kita tidak mengira juga,” tambahnya.

Kondisi rumah yang miring tersebut menjadi perhatian warga. Sejumlah orang yang melintas tampak berhenti untuk melihat bangunan yang hampir ambruk itu.

Warga sekitar, Ridwan, mengatakan arah kemiringan bangunan turut menjadi perhatian karena di sekitar lokasi terdapat rumah lain. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi membahayakan apabila bangunan roboh ke arah permukiman warga.

“Kalau miring ke kanan bahaya karena ada rumah lain, kalau kiri masih mendingan lah,” kata Ridwan.

Ridwan juga menyebut getaran kendaraan besar yang melintas di Jalan Gerilya kerap terasa hingga ke bangunan sekitar. Menurut dia, kendaraan seperti truk molen membuat bangunan di kawasan itu terasa bergoyang.

“Apa lagi kalau truk molen yang lewat, itu goyang sekali,” ujar Ridwan.

Badur berencana membongkar rumah tersebut untuk mencegah risiko lebih besar. Ia menyebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak kelurahan sudah datang ke lokasi untuk melakukan pendataan serta mengetahui kondisi bangunan.

“Ada kemarin BPBD mendata, habis itu mereka pulang. Kalau ae dibantu atau apa apa. Semalam ada sudah pihak kelurahan juga mengetahui, siapa tahu bisa meminimalisir ongkos bongkarnya,” kata Badur.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kelayakan bangunan, terutama rumah yang berada di dekat jalan utama dengan intensitas kendaraan berat. Warga berharap penanganan dapat segera dilakukan agar tidak menimbulkan korban maupun kerusakan terhadap bangunan lain di sekitarnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com