Grup WhatsApp Ungkap Taruhan Balap Liar di Palangka Raya

Satlantas Polresta Palangka Raya mengungkap dugaan taruhan dalam aksi balap liar setelah menemukan percakapan grup WhatsApp yang membahas lokasi dan nominal taruhan.

PALANGKA RAYA – Dugaan praktik taruhan dalam aksi balap liar di kawasan lapangan terbuka Senaman Mantikei, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), terbongkar setelah polisi memeriksa ponsel salah satu pelaku yang terjaring penindakan, Jumat (29/05/2026) dini hari.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palangka Raya mengamankan satu unit sepeda motor yang telah dimodifikasi serta seorang pelaku. Dari pemeriksaan awal, polisi menemukan percakapan grup WhatsApp yang membahas lokasi balap liar dan nominal taruhan dengan istilah “laga”.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polresta Palangka Raya, Hermanto, mengatakan dugaan taruhan itu terungkap setelah petugas melakukan pendalaman terhadap salah satu pelaku balap liar yang sebelumnya diamankan, sebagaimana diberitakan Kalamanthana, Jumat (29/05/2026).

“Saat terjaring, anak ini tidak mengaku, namun setelah kami buka WhatsApp-nya, ada grup mereka yang membahas terkait taruhan,” ujar Hermanto.

Temuan tersebut membuat polisi melakukan pengembangan. Petugas kemudian melakukan penyamaran untuk menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam jaringan balap liar dan taruhan ilegal tersebut.

Dari hasil penyelidikan sementara, aksi balap liar itu diduga melibatkan sejumlah remaja yang sudah tidak bersekolah. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya jaringan yang mengatur kegiatan tersebut.

“Saat ini penyelidikan terus dikembangkan oleh anggota Satlantas karena dikhawatirkan ada sindikat-sindikat dalam aksi balap liar tersebut,” terangnya.

Hermanto menegaskan, Polresta Palangka Raya tidak akan membiarkan aksi balap liar berkembang menjadi praktik taruhan yang meresahkan masyarakat. Ia menyebut seluruh pihak yang terlibat akan ditindak sesuai ketentuan.

“Kami pastikan semua yang terlibat tidak akan dibiarkan, karena selama ini aksi balap liar sudah cukup meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai upaya pencegahan, Satlantas Polresta Palangka Raya akan menggelar penindakan berkala di sejumlah titik rawan. Langkah itu juga diarahkan untuk menekan penggunaan knalpot brong yang kerap dikeluhkan warga.

“Kendaraan yang terlibat akan kami tahan selama tiga bulan ke depan, namun apabila ada indikasi lain maka akan kami tahan tanpa batas waktu,” pungkasnya.

Pengungkapan dugaan taruhan dalam balap liar ini menjadi peringatan bagi orang tua dan lingkungan sekitar agar lebih memperhatikan aktivitas remaja, terutama pada malam hingga dini hari, guna mencegah mereka terlibat dalam aksi berisiko dan melanggar hukum. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com