Dari Polibag ke Ketahanan Pangan, Siswa Bontang Panen Kangkung

Sebanyak 96 siswa SDN 009 Bontang Utara memanen 96 polibag kangkung melalui Program Smartani Goes to School sebagai pembelajaran ketahanan pangan dan kepedulian lingkungan.

BONTANG
– Panen perdana 96 polibag kangkung di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 009 Bontang Utara menjadi bukti pembelajaran ketahanan pangan dapat dikenalkan kepada siswa sejak dini melalui praktik langsung yang sederhana, modern, dan menyenangkan.

Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (04/06/2026), itu merupakan bagian dari Program Smartani Goes to School. Program tersebut mendorong pertanian perkotaan masuk ke lingkungan sekolah sebagai media edukasi lingkungan dan kemandirian pangan.

Panen perdana tersebut dilakukan setelah 96 siswa SDN 009 Bontang Utara menanam 96 polibag kangkung sejak 7 Mei 2026. Saat proses penanaman, para siswa ikut terlibat langsung dengan pendampingan Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Agus Haris.

Program ini melibatkan sekolah, masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, dan dunia usaha. Sinergi tersebut turut terlihat dari kehadiran perwakilan Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perseroan Terbatas (PT) Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) dalam kegiatan panen.

Mewakili Pemkot Bontang, Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Lukman hadir bersama Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang Ahmad Aznem, Lurah Loktuan Sunyk Widiarsih, dewan guru, serta para siswa, sebagaimana diwartakan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Sekretariat Daerah (Setda) Bontang, Kamis (04/06/2026).

Lukman mengapresiasi keberanian SDN 009 Bontang Utara menjadi pelopor inovasi pembelajaran berbasis lingkungan di tingkat sekolah dasar.

“Melalui pendekatan yang modern, edukatif, dan menyenangkan, Program Smartani Goes to School menjadi sarana pembelajaran yang sangat relevan bagi anak-anak untuk memahami pentingnya sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ujarnya mengapresiasi inovasi tersebut.

Menurut Lukman, keberhasilan panen perdana ini diharapkan tidak berhenti di satu sekolah. Program serupa dapat dikembangkan di sekolah lain dengan menyesuaikan potensi lahan, kondisi lingkungan, dan kebutuhan pembelajaran masing-masing.

“Semoga keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kota Bontang untuk mengembangkan program serupa sesuai dengan potensi dan kondisi masing-masing,” tambahnya.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah awal membangun sekolah yang lebih kreatif, mandiri, dan peduli lingkungan. Pembelajaran pertanian sejak dini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan lingkungan dan kebutuhan pangan nasional.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju sekolah yang lebih inovatif, mandiri, dan berwawasan lingkungan,” tegasnya di akhir sesi panen bersama. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com