BMKG mencatat jarak pandang di Sampit menurun menjadi 5 kilometer setelah kabut asap mulai terpantau pada Kamis pagi.
KOTAWARINGIN TIMUR – Masyarakat Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah bau asap tercium dan jarak pandang menurun menjadi 5 kilometer pada Kamis (02/07/2026) pagi. Kondisi itu menjadi sinyal awal menurunnya kualitas udara di tengah musim kemarau yang mulai berlangsung di wilayah tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Asan Sampit mencatat cuaca di Sampit berkabut asap pada pukul 08.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), sebagaimana dilansir Klik, Kamis, (02/07/2026). Suhu udara terpantau 25,7 derajat Celsius, kelembapan mencapai 97 persen, dan angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan 4 kilometer per jam.
Perubahan kualitas udara mulai dirasakan warga sejak pagi. Salah seorang warga Sampit, Topan, mengatakan bau asap sudah mulai tercium meski kabut belum terlihat pekat.
“Udara di Sampit sudah mulai berbau asap, sepertinya sudah mulai ada yang terbakar,” ujarnya.
Kemunculan bau asap dan kabut diduga berkaitan dengan meningkatnya potensi karhutla selama musim kemarau. Dalam beberapa hari terakhir, BMKG juga mendeteksi sejumlah titik panas di Kalimantan Tengah (Kalteng), termasuk di wilayah Kotim.
Meski jarak pandang masih tergolong aman untuk aktivitas transportasi, masyarakat tetap diminta berhati-hati, terutama saat berkendara pada pagi hari. Kondisi jarak pandang dapat berubah sewaktu-waktu jika kabut asap semakin pekat.
Selain meningkatkan kewaspadaan di jalan, warga juga diimbau tidak membakar lahan maupun sampah. Aktivitas pembakaran berisiko memperburuk kualitas udara dan memperluas sebaran asap di wilayah permukiman.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker apabila konsentrasi asap meningkat. Imbauan itu terutama penting bagi anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.
BMKG akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi udara di Kotim selama musim kemarau. Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi sebagai acuan beraktivitas serta ikut mencegah karhutla agar kabut asap tidak semakin meluas. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan