Proyek Besar Prambanan Dimulai, 218 Candi Perwara Akan Dipugar

Pemerintah mempercepat pemugaran 218 candi perwara di Kompleks Candi Prambanan melalui kolaborasi konservasi dengan India tanpa menghentikan aktivitas wisata.

YOGYAKARTA – Pemerintah menargetkan pemugaran seluruh 218 candi perwara di Kompleks Candi Prambanan rampung sebelum 2029. Target tersebut dipercepat dari rencana awal 10 tahun setelah adanya kesepakatan kerja sama konservasi antara Indonesia dan India yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi.

Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Indira Estiyanti Nurjadin, mengatakan percepatan proyek membuat pemerintah menargetkan penyelesaian pemugaran dalam kurun tiga hingga lima tahun. Hal itu disampaikan sebagaimana diwartakan CNN Indonesia, Kamis (09/07/2026).

“Yang direncanakan di awal adalah project ini selesai dalam 10 tahun. Cuman tadi mungkin karena excited juga, Pak Presiden juga sudah mengumumkan dan mungkin berbicara bersama-sama dengan PM Modi bahwa akan dicoba diselesaikan semua perwara yang belum terbangun sebelum 2029,” ujarnya di Kompleks Candi Prambanan, Rabu (8/7).

Insyaallah bisa dilakukan, ya walaupun itu memang akan kerjaan Roro Jonggrang ya. Tapi at least kita punya target dan kita semangat untuk menjadikan ini sebagai nantinya menjadi destinasi pariwisata tentunya,” sambungnya.

Direktur Utama (Dirut) PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Maya Watono, mengatakan kunjungan Presiden Prabowo dan PM Modi menjadi penanda dimulainya proyek revitalisasi sekaligus konservasi kawasan Candi Prambanan melalui kemitraan pelestarian warisan budaya dengan India.

“Ini adalah collaborative heritage partnership dengan India, di mana kita akan memugar candi-candi ini sehingga harapannya dalam 3 hingga 5 tahun ke depan ini bisa berdiri 200 lebih candi di tambahan di Prambanan. Sehingga bisa menjadi kompleks candi yang sangat luar biasa besar,” kata Maya.

Menurutnya, proyek tersebut juga diharapkan memperkuat daya tarik wisata budaya dan spiritual Indonesia di tingkat internasional.

“Ini kita memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadikan Prambanan sebagai spiritual also cultural heritage tourism,” ujarnya.

Maya menambahkan, InJourney bersama anak usahanya, InJourney Destination, akan mengembangkan kawasan wisata sekaligus mendukung pembangunan nasional melalui sektor aviasi dan pariwisata.

At the end of the day juga nation branding. Hari ini kita lihat berapa banyak berapa juta pasang mata yang melihat event hari ini oleh PM Modi dan Pak Presiden ya,” ucap Maya.

Sementara itu, Indira menjelaskan India akan membantu pemugaran sekitar seperempat dari total candi perwara atau sekitar 54 bangunan yang berada di sisi timur laut kompleks.

“Jadi, baru seperempatnya saja yang dibantu. Dan oleh karena itu, tadi Pak Prabowo juga sudah menyatakan gitu, bahwa kita dengan adanya kerja sama konservasi ini, Indonesia akan juga turun bersama-sama gitu ya,” lanjutnya.

Ia menjelaskan konsep konservasi mengedepankan collaborative cultural heritage conservation yang meliputi pertukaran pengetahuan, digitalisasi, dokumentasi, hingga penggunaan teknologi pemindaian tiga dimensi, photogrammetry, laser sensing, serta artificial intelligence (AI).

“Dan juga kita menggunakan teknik anastilosis di dalam arkeologi, yaitu tidak akan ada perubahan dari bentuk-bentuk asli,” imbuhnya.

Indira menambahkan proyek akan dimulai satu bulan setelah penandatanganan Letter of Intent (LoI). Kementerian Kebudayaan melalui MCB bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) memimpin pelaksanaan konservasi, sedangkan India mengirimkan tim dari Archaeological Survey of India (ASI).

Direktur Utama (Dirut) InJourney Destination Management, Febrina Intan, memastikan aktivitas wisata di Kompleks Candi Prambanan tetap berlangsung selama proses pemugaran dengan penerapan sistem zonasi.

“Operasional (Candi Prambanan) tetap dijalankan seperti biasa ya, maksudnya apabila terjadi rekonstruksi untuk candi-candi perwara, kami tidak akan menutup candi secara total, tapi kan ada zonasi-zonasinya,” katanya.

“Kita akan mengikuti apa yang menjadi arahan dari MCB, selaku penanggung jawab untuk zona satu gitu,” kata Febrina.

Ia optimistis proses konservasi dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas wisata sehingga tidak mengganggu kunjungan wisatawan. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com