Sejumlah penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan memegangi badan kapal setelah speedboat terbalik di kawasan Jembatan Pulau Petak, Kuala Kapuas.
KAPUAS – Proses evakuasi penumpang menjadi fokus utama setelah sebuah speedboat terbalik di kawasan Jembatan Pulau Petak, Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas (Kapuas), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (09/07/2026). Sejumlah penumpang dilaporkan bertahan di sungai dengan memegangi badan kapal yang terbalik sambil menunggu pertolongan tim gabungan dan warga.
Informasi awal mengenai kecelakaan air tersebut beredar melalui foto dan video dari lokasi kejadian, sebagaimana dilansir Tribunkalteng, Kamis, (09/07/2026). Dalam dokumentasi itu, kapal terlihat dalam posisi terbalik, sementara beberapa penumpang masih berada di air.
Kepanikan sempat terjadi di sekitar Jembatan Pulau Petak setelah speedboat tersebut terbalik di tengah arus sungai. Beberapa penumpang terlihat berupaya menyelamatkan diri dengan memanjat dan duduk di atas lambung kapal yang basah.
Sementara itu, penumpang lainnya tampak masih bertahan di air dengan memegangi bagian tepi dan buritan speedboat. Upaya itu dilakukan agar mereka tidak terseret arus sungai sambil menunggu bantuan datang ke lokasi.
“Mari kita doa kan semua korban selamat. Update menyusul, ” ucap sumber informasi.
Tim gabungan bersama warga sekitar langsung bergerak melakukan proses evakuasi. Hingga berita ini disusun, penyisiran dan pendataan masih berlangsung untuk memastikan seluruh penumpang dapat ditemukan dan dievakuasi.
Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah penumpang, identitas korban, maupun kondisi terbaru seluruh orang yang berada di dalam speedboat tersebut. Penyebab pasti kapal terbalik juga masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya aspek keselamatan transportasi perairan di wilayah Kapuas, terutama di kawasan yang masyarakatnya masih bergantung pada sungai sebagai jalur mobilitas. Kecamatan Pulau Petak merupakan salah satu wilayah di Kapuas yang memiliki permukiman di sekitar aliran sungai.
Aparat dan tim gabungan diharapkan segera memastikan jumlah penumpang, kondisi korban, serta penyebab kecelakaan agar penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh dan risiko serupa bisa dicegah pada masa mendatang. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan