Amerika Serikat mengklaim serangan terhadap sekitar 90 sasaran militer Iran dilakukan untuk melemahkan kemampuan Teheran menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
WASHINGTON D.C – Militer Amerika Serikat (AS) mengklaim telah menghantam sekitar 90 sasaran militer di berbagai wilayah Iran dalam serangan lanjutan yang disebut sebagai respons atas ancaman terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Operasi tersebut diklaim menargetkan infrastruktur pertahanan, rudal, drone, hingga fasilitas logistik militer Iran.
Pusat Komando Amerika Serikat (United States Central Command/US CENTCOM) menyatakan rangkaian serangan tambahan itu diselesaikan pada Rabu (08/07/2026) untuk melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal dagang dan pelaut sipil di jalur pelayaran internasional Selat Hormuz.
“Pasukan AS menyerang sekitar 90 target militer Iran termasuk sistem pertahanan udara, aset pengawasan pantai, lokasi penyimpanan rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, serta infrastruktur logistik militer di sepanjang pesisir Iran,” demikian keterangan CENTCOM di media sosial X, sebagaimana dikutip Al Jazeera dan diberitakan Cnn Indonesia, Kamis (09/07/2026).
US CENTCOM menjelaskan serangan terbaru merupakan kelanjutan dari operasi sehari sebelumnya yang menghantam sekitar 80 target militer Iran, termasuk puluhan kapal kecil milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC). Operasi tersebut diklaim sebagai balasan atas serangan terhadap tiga kapal komersial di Selat Hormuz.
“Pasukan AS tetap waspada, mematikan, dan siap untuk melaksanakan operasi yang diarahkan oleh Panglima Tertingi (Donald Trump),” tutup CENTCOM.
Menurut keterangan pejabat AS, tiga kapal komersial berbendera Arab Saudi, Liberia, dan Kepulauan Marshall diserang saat melintasi Selat Hormuz pada Selasa (07/07/2026). Washington menilai insiden tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap nota kesepahaman damai AS-Iran yang ditandatangani pada 17 Juni 2026.
Serangan balasan AS kemudian menyasar sejumlah wilayah pesisir Iran, antara lain Sirik, Bandar Abbas, Bushehr, Chabahar, Jask, dan Pulau Abu Musa. Berdasarkan laporan yang beredar, sedikitnya satu orang dilaporkan meninggal dunia di Iranshahr, sementara sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka di Ahvaz. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan