GOW Palangka Raya Bekali Lansia Cara Kelola Sampah Organik

GOW Kota Palangka Raya membekali peserta Sekolah Lansia Mentari Aisyiyah dengan keterampilan membuat kompos, biopori, dan eco enzyme agar mampu menjadi agen edukasi lingkungan.

PALANGKA RAYA – Para peserta Sekolah Lansia Mentari Aisyiyah didorong menjadi agen edukasi pengelolaan sampah rumah tangga di lingkungan keluarga dan masyarakat guna mengurangi timbunan sampah organik serta menekan emisi gas metana yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Palangka Raya bersama Sekolah Lansia Mentari Aisyiyah di Aula Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Sabtu (11/07/2026).

Ketua GOW Kota Palangka Raya Merty Ilona mengatakan pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, terutama rumah tangga. Perubahan kebiasaan dalam memilah dan mengolah sampah dinilai sebagai langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar terhadap kelestarian lingkungan.

“Apabila sampah organik tidak dikelola sejak dari sumbernya dan menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA), proses pembusukannya akan menghasilkan gas metana, yaitu salah satu gas rumah kaca yang memiliki dampak besar terhadap pemanasan global dan perubahan iklim,” tuturnya, sebagaimana dilansir Media Center Palangka Raya, Sabtu, (11/07/2026).

Menurut Merty, pengurangan sampah organik dari tingkat rumah tangga menjadi langkah penting untuk menekan emisi gas metana sekaligus mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Ia berharap para peserta tidak hanya menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri di rumah, tetapi juga menyebarkan pengetahuan tersebut kepada keluarga dan warga di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Pelibatan peserta sekolah lansia dinilai penting karena mereka memiliki peran strategis dalam keluarga dan kehidupan sosial masyarakat. Pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan memilah, memanfaatkan, dan mengurangi sampah sejak dari rumah.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya Hormansyah memberikan pelatihan praktis mengenai pembuatan kompos, pemanfaatan lubang resapan biopori, dan pembuatan eco enzyme.

Hormansyah menjelaskan, lubang resapan biopori dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos secara alami. Biopori juga membantu meningkatkan daya resap air ke dalam tanah dan mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.

Peserta turut diperkenalkan dengan proses pembuatan eco enzyme sebagai salah satu cara memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Kegiatan yang diawali dengan senam bersama itu diikuti peserta Sekolah Lansia Mentari Aisyiyah dan jajaran pengurus. Melalui edukasi tersebut, para peserta diharapkan menjadi penggerak budaya pengelolaan sampah yang mendukung terwujudnya lingkungan Palangka Raya yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com