Krisis Air Baku Mengancam 6 Kecamatan di Kutim, Perumdam Siapkan Mitigasi

Penurunan debit air baku hingga 19–20 liter per detik membuat enam kecamatan di Kutim masuk kategori rawan krisis air, dengan dampak terberat terjadi di Kaliorang dan Sangkulirang.

KUTAI TIMUR – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua menetapkan enam dari 18 kecamatan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masuk kategori rawan krisis air akibat penurunan ketersediaan air baku selama musim kemarau. Kaliorang dan Sangkulirang menjadi wilayah terdampak paling parah dengan debit air baku turun dari 50 menjadi 19–20 liter per detik.

Direktur Utama (Dirut) Perumdam Tirta Tuah Benua, Suparjan, mengatakan pemetaan wilayah rawan dilakukan untuk mengantisipasi memburuknya pelayanan air bersih saat puncak kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

Pernyataan itu disampaikan Suparjan seusai mengikuti rapat tingkat tinggi (high-level meeting) terkait fenomena El Niño di Kantor Bupati Kutim, Senin (13/07/2026).

“Kami sudah melakukan identifikasi di 18 kecamatan. Setelah kami lakukan itu, ada enam kecamatan yang masuk dalam kerawanan,” ujar Suparjan.

Enam wilayah tersebut meliputi Kecamatan Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Sangkulirang, Kaliorang, Sandaran, dan Rantau Pulung. Dari enam kecamatan itu, kondisi paling berat terjadi di Kaliorang dan Sangkulirang.

Menurut Suparjan, letak kedua kecamatan yang berdekatan dengan wilayah pesisir menyebabkan sumber air bakunya rentan terpengaruh air laut. Sementara itu, air laut yang tersedia belum dapat dimanfaatkan karena belum melalui proses desalinasi.

“Debit airnya turun dari 50 menjadi 19-20 liter per detik,” kata Suparjan.

Penurunan debit air baku mulai dirasakan masyarakat sejak Mei 2026. Kondisi tersebut diperkirakan semakin berat ketika memasuki puncak musim kemarau pada Agustus hingga September 2026.

Perumdam Tirta Tuah Benua telah menyiapkan lima langkah mitigasi sejak April 2026 untuk mengurangi dampak penurunan debit terhadap pelayanan air bersih. Langkah tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Kutim dan sebagian di antaranya mulai dijalankan.

Sejumlah upaya yang dilakukan meliputi optimalisasi sarana yang tersedia, pengerukan saluran air, pengadaan pompa tambahan, serta pembelian air baku dari pihak ketiga.

Salah satu kerja sama pembelian air baku dilakukan dengan Perseroan Terbatas (PT) NBS Provinsi. Kerja sama tersebut telah dituangkan dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU).

“Kerja sama pembelian air baku pertama dengan PT NBS Provinsi. Itu akan digunakan untuk Kecamatan Sangkulirang dan Tapanuli. MoU-nya sudah saya tandatangani, diharapkan akhir bulan ini sudah bisa berjalan (running),” jelasnya.

Selain pembelian air baku dari pihak ketiga, Perumdam Tirta Tuah Benua bekerja sama dengan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Teluk Pandan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya warga Dusun Sidrap.

Untuk mengatasi keterbatasan pasokan di Kaliorang, Perumdam juga mengupayakan pembelian air curah melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Upaya itu diperlukan karena kapasitas produksi air bersih di Kaliorang saat ini baru mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan ring satu.

Selain mengantisipasi krisis air baku, Perumdam menyiapkan dukungan untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Tiga titik pengambilan air disiapkan di wilayah Sangatta untuk mendukung satuan tugas (satgas) penanggulangan karhutla.

Titik pengambilan air tersebut berada di Sangatta Selatan, Jalan Pendidikan dekat unit pemadam kebakaran (damkar), serta Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudungga.

“Kami siapkan tiga titik pengambilan air di Sangatta dan sekitarnya, yaitu di Sangatta Selatan, di Jalan Pendidikan dekat Damkar, serta di IPA Kudungga. Untuk kecamatan lain, semua unit bisa mengambil air di sana untuk mendukung satgas penanggulangan karhutla,” tutupnya.

Rangkaian langkah mitigasi tersebut ditujukan untuk menjaga kesinambungan pelayanan air bersih selama puncak musim kemarau sekaligus memastikan tersedianya dukungan air bagi penanggulangan karhutla di Kutim. []

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com