Kapolres Kutim Aryansyah meminta masyarakat tidak mengeklik tautan mencurigakan dan menegaskan komitmen memberantas jaringan narkotika melalui kerja sama aparat dan seluruh elemen masyarakat.
KUTAI TIMUR – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kutai Timur (Kutim), Aryansyah, mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengeklik tautan yang dikirim melalui WhatsApp (WA) maupun media sosial karena berpotensi menjadi modus penipuan digital. Ia juga menegaskan komitmen jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kutim untuk memberantas peredaran narkotika tanpa pandang bulu.
Peringatan tersebut disampaikan Aryansyah seusai menghadiri acara pisah sambut Kapolres Kutim di Gedung Serbaguna Sangatta, Senin malam (13/07/2026). Menurut dia, kejahatan siber tidak hanya terjadi di Kutim, tetapi juga melibatkan jaringan lintas daerah dan negara.
Aryansyah mengatakan, pelaku kejahatan siber kerap memanfaatkan media sosial untuk melancarkan berbagai modus, mulai dari scam, akses ilegal, hingga penipuan daring. Jaringan pelaku bahkan disebut beroperasi di sejumlah negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
“Hati-hati dengan warga masyarakat Kutai Timur apabila mendapatkan pesan, WA, ataupun di media sosial itu ada mengirimkan link jangan sekali-sekali pernah diklik itu sudah pasti penipuan,” tegas Aryansyah.
Ia menjelaskan, tindak pidana siber dapat melintasi batas wilayah hukum karena aktivitas digital berlangsung secara global. Kondisi tersebut membuat pelaku dapat menjalankan aksinya dari daerah atau negara lain, sedangkan korbannya berada di Kutim.
Masyarakat juga diminta mewaspadai tawaran pekerjaan atau usaha yang menjanjikan keuntungan dengan cara mudah. Modus tersebut biasanya diawali dengan permintaan memberikan tanda suka (like), mengikuti arahan tertentu, atau mengeklik tautan dengan iming-iming sejumlah uang.
“Kemudian ada iming-iming terkait dengan usaha, diminta untuk mengikuti arahan, memberikan like, mengeklik sesuatu. Nanti diminta memberikan like, dapat uang Rp15.000, Rp10.000. Itu sudah pasti pembohongan, sudah pasti penipuan. Nanti ujung-ujungnya akan diminta untuk melakukan pembayaran. Iming-iming nanti akan dapat bonus segala macam tapi itu adalah semuanya penipuan,” ujarnya.
Selain kejahatan siber, Kapolres Kutim menempatkan pemberantasan peredaran narkotika sebagai salah satu agenda prioritas. Langkah tersebut sejalan dengan perhatian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) terhadap penindakan jaringan narkotika.
Aryansyah menyinggung peristiwa gugurnya seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam operasi penggerebekan narkotika baru-baru ini. Menurut dia, kejadian tersebut menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi petugas dalam memberantas jaringan narkotika.
Dalam pelaksanaannya, Polres Kutim akan meningkatkan sinergi dengan berbagai unsur masyarakat dan instansi terkait, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta Polisi Militer (POM).
“Narkoba ini memang atensi dari pimpinan tertinggi kepolisian, Bapak Kapolri. Kami minta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat, kemudian dari korps kepolisian. Kami juga akan bekerja sama dengan instansi TNI dan POM. Kami tidak akan pandang bulu terkait dengan narkoba,” katanya.
Aryansyah juga meminta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat ikut melindungi warga dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Dukungan masyarakat dinilai penting karena jaringan narkotika terus berkembang dan tidak dapat diberantas hanya melalui penindakan aparat kepolisian.
“Kalau Polri tidak didukung untuk pemberantasan narkoba, itu tidak akan pernah selesai, tidak akan pernah habis, karena kejahatan ini terus berkembang. Kita tidak boleh kalah oleh narkoba,” tegasnya.
Kapolres Kutim mengajak masyarakat segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan indikasi penipuan digital ataupun aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkotika. Keterlibatan warga diharapkan dapat memperkuat langkah pencegahan sekaligus mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan di Kutim. []
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan