Hamas Minta Payung Diplomatik Iran untuk Hadapi Negosiasi

Hamas dilaporkan meminta Iran memberikan “payung diplomatik”, sementara penilaian keamanan Israel menyebut kelompok tersebut masih memiliki sekitar 25.000 kombatan di Jalur Gaza.

GAZA – Harakat al-Muqawamah al-Islamiyah (Hamas) dilaporkan meminta Iran menyediakan “payung diplomatik” untuk memperkuat posisinya dalam perundingan mendatang. Permintaan itu mencuat bersamaan dengan penilaian otoritas keamanan Israel bahwa kelompok Palestina tersebut masih mempertahankan sekitar 25.000 kombatan di Jalur Gaza.

Permintaan dukungan itu disampaikan dalam sebuah dokumen yang disebut diserahkan pemimpin Hamas kepada pejabat Iran saat pertemuan di sela-sela pemakaman Ali Khamenei. Hamas juga dikabarkan meminta Teheran memanfaatkan pengaruh regional dan internasionalnya guna memperkuat posisi kelompok tersebut dalam negosiasi.

Menurut laporan lembaga penyiaran publik Israel, Kan, Hamas meminta Iran menyediakan “payung diplomatik” untuk mendukung posisinya dalam negosiasi di masa mendatang dan menggunakan pengaruh Teheran di tingkat regional maupun internasional. Laporan itu, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Kamis, (16/07/2026), tidak memuat tanggapan Hamas ataupun Iran atas klaim tersebut.

Pada saat yang sama, lembaga keamanan Israel memperkirakan Hamas masih memiliki sekitar 25.000 kombatan meskipun perang di Jalur Gaza telah berlangsung lebih dari dua tahun dan operasi Pasukan Pertahanan Israel (IDF) disebut telah ‘meratakan’ wilayah tersebut. Sekitar 2.500 kombatan di antaranya diperkirakan tergabung dalam unit Nukhba.

Sebelum perang pecah, Hamas diperkirakan memiliki sekitar 35.000 pejuang, termasuk 5.000 anggota Nukhba. Berdasarkan perbandingan tersebut, otoritas keamanan Israel menilai Hamas masih mempertahankan sebagian besar struktur kekuatan militernya.

Namun, angka tersebut merupakan penilaian lembaga keamanan Israel yang disampaikan melalui laporan media. Materi sumber tidak menyertakan verifikasi independen maupun tanggapan Hamas mengenai jumlah kombatan yang masih aktif.

Laporan Kan juga menyebut lembaga keamanan Israel mengamati peningkatan eksekusi terhadap orang-orang yang dituduh menentang Hamas atau bekerja sama dengan Israel. Tindakan tersebut diklaim tidak lagi dilakukan secara terbuka, melainkan di lokasi tertutup agar tidak memicu kritik domestik atau terdokumentasi.

Sejumlah lokasi tersembunyi, termasuk ruang bawah tanah rumah sakit, disebut digunakan untuk pelaksanaan tindakan tersebut. Namun, laporan itu tidak memuat bukti terperinci, identitas korban, lokasi kejadian, maupun konfirmasi dari pihak independen.

Penilaian mengenai kekuatan Hamas dan permintaan dukungan diplomatik kepada Iran menunjukkan bahwa persaingan di Gaza tidak hanya berlangsung melalui operasi militer. Pengaruh politik, hubungan regional, dan posisi dalam perundingan juga menjadi bagian penting dari dinamika konflik.

Dukungan diplomatik Iran berpotensi memberi Hamas ruang politik lebih besar dalam negosiasi mendatang. Namun, dampaknya akan bergantung pada perkembangan hubungan regional, respons pihak-pihak yang terlibat, dan arah proses penyelesaian konflik di Jalur Gaza. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com