Tim gabungan lintas instansi mengendalikan enam titik kebakaran sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla susulan di kawasan gambut Kubu Raya.
KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya memperkuat kesiapsiagaan lintas instansi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut setelah tim gabungan berhasil mengendalikan enam titik kebakaran, Kamis (16/07/2026). Langkah tersebut dilakukan karena cuaca kering masih berlangsung dan hujan belum turun dalam beberapa hari terakhir.
Operasi pemadaman dipusatkan di Dusun Mulyorejo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, terutama di kawasan sekitar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Sungai Raya. Pemadaman dilakukan sejak sore hingga malam dengan melibatkan personel dari berbagai instansi.
Bupati Kubu Raya Sujiwo memimpin langsung penanganan kebakaran bersama Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kubu Raya Kadek Ary Mahardika dan Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1207/Pontianak Robbi Firdaus.
Sebagaimana diberitakan Pontianak Post pada Kamis, (16/07/2026), Sujiwo menyatakan keberhasilan mengendalikan enam titik kebakaran merupakan hasil kerja bersama seluruh personel yang bertugas di lapangan.
“Alhamdulillah, walaupun melelahkan, api dapat kita jinakkan dan kita kendalikan. Hingga saat ini ada enam titik kebakaran dan semuanya berhasil dikendalikan. Ini berkat kerja keras seluruh personel yang berjibaku di lapangan,” kata Sujiwo.
Tim gabungan yang diterjunkan terdiri atas unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Manggala Agni, pemadam kebakaran swasta, serta sejumlah perangkat daerah.
Pelibatan berbagai unsur tersebut diperlukan karena kebakaran pada lahan gambut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kebakaran di lahan mineral. Api dapat merambat di bawah permukaan tanah sehingga membutuhkan waktu, personel, peralatan, dan pasokan air yang memadai untuk memastikan kebakaran benar-benar padam.
Sujiwo meminta Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kubu Raya sebagai koordinator penanganan karhutla terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.
“Saya meminta Kepala Pelaksana BPBD selaku koordinator agar terus mengerahkan seluruh kekuatan yang ada. Penanganan Karhutla harus dilakukan secara kolaboratif,” ujarnya.
Pemkab Kubu Raya juga memastikan dukungan operasional tetap diberikan agar personel gabungan dapat bekerja secara maksimal selama musim kemarau. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan apabila kembali ditemukan titik api.
Selain memperkuat koordinasi antarinstansi, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Kondisi lahan yang kering, terutama di kawasan gambut, dinilai berpotensi mempercepat penyebaran api.
“Ini bentuk pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Terima kasih kepada seluruh personel yang telah bekerja tanpa mengenal waktu untuk melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran lahan,” katanya.
Sinergi tim gabungan akan terus dipertahankan untuk mempercepat respons terhadap kemunculan titik api sekaligus menekan dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, aktivitas sosial, dan perekonomian selama musim kering berlangsung. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan