Pemdes Tapis menambah 20 unit CCTV pada 2026 sehingga sebanyak 34 kamera kini mengawasi 17 titik untuk mendukung keamanan dan pelayanan publik berbasis teknologi.
PASER – Pemerintah Desa (Pemdes) Tapis, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, memperkuat sistem keamanan berbasis teknologi dengan memasang 20 unit kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) di 10 titik pada 2026. Penambahan tersebut membuat jumlah CCTV di wilayah itu mencapai 34 unit yang tersebar di 17 titik.
Pemasangan CCTV dilakukan untuk memperluas jangkauan pengawasan, mencegah potensi tindak kriminal, dan mendukung peningkatan pelayanan publik kepada 4.706 warga Desa Tapis.
Program tersebut melanjutkan pengadaan pada 2025, ketika Pemdes Tapis memasang 14 unit CCTV di tujuh titik. Seluruh kamera telah terhubung dengan jaringan internet sehingga aktivitas di sejumlah lokasi, termasuk kawasan yang dinilai rawan, dapat dipantau secara langsung.
Kepala Desa (Kades) Tapis Dody Ismanu mengatakan pengembangan sistem pengawasan itu merupakan bagian dari upaya mewujudkan pelayanan pemerintahan desa berbasis teknologi. Langkah tersebut juga sejalan dengan pengembangan Tapis sebagai desa digital setelah meraih peringkat ketiga Anugerah Desa Membangun 2024 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Selain memanfaatkan teknologi, Pemdes Tapis tetap menjalankan sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai bagian dari pengamanan wilayah yang melibatkan masyarakat.
“Sebagai desa digital, kami terus kembangkan infrastruktur dan layanan berbasis teknologi. CCTV ini menjadi bagian dari penjagaan ketat di wilayah, selain sistem siskamling yang sudah berjalan,” jelas Dody saat ditemui Jumat (17/07/2026).
Menurut Dody, keamanan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat. Rekaman CCTV diharapkan dapat membantu mengidentifikasi peristiwa serta menyediakan informasi ketika terjadi gangguan keamanan.
“Apabila terjadi tindak kejahatan atau kejadian yang tidak diinginkan, semuanya akan terekam. Makanya cakupan CCTV terus kami perluas,” imbuhnya.
Untuk menjaga kelancaran pengoperasian perangkat, Pemdes Tapis menggandeng warga yang memiliki sambungan internet di sekitar lokasi pemasangan. Keterlibatan warga diperlukan untuk membantu mengaktifkan koneksi kamera agar sistem pemantauan dapat berfungsi secara berkelanjutan.
“Pemantauan bisa dilakukan secara real time. Pengadaan CCTV ini bersumber dari Dana Desa tahun 2025 dan 2026. Keterlibatan masyarakat secara gotong royong sangat membantu kelancaran program ini,” pungkasnya.
Pemdes Tapis berharap perluasan jaringan CCTV dapat meningkatkan kewaspadaan, mempercepat penelusuran apabila terjadi gangguan keamanan, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. []
Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan