Pemerintah Venezuela menyiapkan dana 346 juta dolar AS untuk rekonstruksi setelah gempa kembar menewaskan 5.069 orang dan membuat sekitar 20.000 warga kehilangan tempat tinggal.
CARACAS – Pemerintah Venezuela bersiap menggunakan dana sekitar 346 juta dolar Amerika Serikat dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mempercepat rekonstruksi setelah gempa kembar menewaskan sedikitnya 5.069 orang dan memaksa sekitar 20.000 warga bertahan di kamp pengungsian yang padat.
Dana tersebut akan diarahkan untuk membiayai pemulihan wilayah terdampak, terutama Negara Bagian La Guaira di pesisir utara Venezuela. Kawasan yang terletak di sebelah utara Caracas itu mengalami kerusakan berat akibat dua gempa bermagnitudo 7,2 dan 7,5 pada 24 Juni 2026.
Kedua gempa terjadi dalam selang waktu kurang dari satu menit. Guncangan kuat menghancurkan permukiman dan sejumlah infrastruktur di kawasan pesisir, yang juga menjadi lokasi sebagian besar korban jiwa.
Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez mengumumkan jumlah korban meninggal telah mencapai 5.069 orang. Jumlah korban luka tercatat sebanyak 16.740 orang dan sebagian besar telah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.
Perkembangan penanganan bencana tersebut, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Sabtu, (18/07/2026), menunjukkan bahwa pemulihan tempat tinggal dan penyediaan kebutuhan dasar menjadi tantangan utama pemerintah setelah tahap pencarian korban.
Sekitar 20.000 warga yang kehilangan tempat tinggal masih bertahan di kamp-kamp pengungsian. Kondisi sejumlah tempat penampungan dilaporkan memprihatinkan karena dihuni secara berdesakan serta kekurangan air bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai.
Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan pemerintah akan menarik dana sebesar 346 juta dolar AS dari IMF untuk mendukung rekonstruksi pascagempa. Dana tersebut berasal dari posisi cadangan atau reserve tranche Venezuela di lembaga keuangan internasional tersebut.
Reserve tranche merupakan hak finansial yang tersedia bagi negara anggota berdasarkan posisi kuotanya di IMF, bukan alokasi pinjaman darurat baru. IMF sebelumnya menyebut posisi cadangan Venezuela mencapai hampir 350 juta dolar AS per 8 Juli 2026.
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyatakan lembaganya telah bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk membantu Venezuela mengakses sumber daya milik negara tersebut guna memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.
Selain posisi cadangan, Venezuela memiliki kepemilikan aset IMF berupa Hak Penarikan Khusus atau Special Drawing Rights (SDR). Aset tersebut dicatat secara terpisah dari posisi reserve tranche dan dapat ditukar dengan mata uang cadangan melalui mekanisme IMF.
Pencairan dana rekonstruksi menjadi langkah penting, tetapi pemulihan Venezuela masih memerlukan pendataan kerusakan secara menyeluruh, pembangunan kembali rumah warga, perbaikan fasilitas umum, serta penyediaan air bersih dan sanitasi di lokasi pengungsian.
Pemerintah Venezuela diharapkan memastikan penggunaan dana berlangsung transparan dan diprioritaskan bagi kebutuhan korban, sehingga proses rekonstruksi tidak hanya memulihkan bangunan yang rusak, tetapi juga menjamin keselamatan dan kehidupan yang layak bagi puluhan ribu warga terdampak. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan