Panas dari kebakaran lahan merusak satu titik jaringan pipa induk di Kecamatan Sukadana dan sempat mengganggu distribusi air bersih kepada pelanggan.
KAYONG UTARA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengancam infrastruktur pelayanan dasar di Kabupaten Kayong Utara setelah panas dari kebakaran lahan merusak jaringan pipa induk air bersih di Parit Bugis, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Kamis (16/07/2026). Kebocoran tersebut sempat mengganggu distribusi air kepada pelanggan sebelum petugas menyelesaikan perbaikan.
Kerusakan terjadi pada jaringan pipa broncaptering Sungai Buluh yang menjadi salah satu jalur utama penyaluran air bersih. Suhu tinggi dari kebakaran lahan di sekitar lokasi diduga mengenai pipa hingga menyebabkan kebocoran pada satu titik.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kayong Utara Hermawan mengatakan kerusakan telah ditangani sehingga distribusi air kembali berjalan normal.
“Kejadiannya di Parit Bugis, pada jaringan pipa broncaptering Sungai Buluh. Yang terbakar atau bocor hanya satu titik dan sudah diperbaiki,” ujar Hermawan saat dikonfirmasi, sebagaimana diwartakan Tribun Pontianak, Jumat (17/07/2026).
Setelah menerima laporan, petugas UPT Pelayanan Air Bersih langsung mendatangi lokasi untuk memeriksa jaringan dan memperbaiki bagian pipa yang bocor. Penanganan dilakukan dengan cepat agar gangguan tidak berlangsung lama dan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Perbaikan tersebut membuat pasokan air kepada pelanggan yang sempat terdampak kembali mengalir seperti biasa. Namun, kejadian itu menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya terbatas pada kerusakan lingkungan dan gangguan kualitas udara, tetapi juga dapat mengancam fasilitas publik yang menopang kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Hermawan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan pada musim kemarau dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami mengimbau supaya masyarakat dapat menjaga dan mencegah aktivitas yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran,” katanya.
Menurutnya, pencegahan menjadi langkah penting untuk menghindari terulangnya kerusakan jaringan air bersih maupun fasilitas umum lainnya. Masyarakat juga diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat menjalar dan merusak infrastruktur di sekitarnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara turut mengajak masyarakat berperan aktif mencegah karhutla. Keterlibatan warga diperlukan untuk menjaga lingkungan sekaligus melindungi infrastruktur vital agar pelayanan dasar, terutama distribusi air bersih, tetap berjalan tanpa gangguan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan