Inovasi SAPANJADI menyediakan layanan antar-jemput bagi ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, dan warga tanpa sarana transportasi agar tetap dapat mengakses pelayanan Posyandu.
HULU SUNGAI SELATAN – Keterbatasan transportasi tidak lagi menjadi alasan bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan untuk melewatkan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Melati di Desa Baru, Kecamatan Sungai Raya. Melalui inovasi SAPANJADI, kader menyediakan layanan antar-jemput bagi kelompok masyarakat yang mengalami kendala akses menuju Posyandu.
Inovasi tersebut membawa Posyandu Melati mewakili Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dalam ajang Apresiasi Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan Tahun 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Presentasi inovasi dilakukan secara daring oleh kader Posyandu Melati, Hidayatul Azkiya, dari Kandangan pada Jumat (14/8).
SAPANJADI menyasar warga yang dinilai membutuhkan dukungan lebih untuk memperoleh pelayanan kesehatan, antara lain ibu hamil, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta keluarga yang tidak memiliki sarana transportasi. Pendekatan tersebut membuat layanan Posyandu tidak hanya berpusat pada kegiatan di lokasi, tetapi juga berupaya menjangkau warga yang kesulitan datang secara mandiri.
“SAPANJADI merupakan layanan antar-jemput bagi masyarakat yang mengalami kesulitan, untuk datang ke Posyandu,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Antara, Sabtu (15/8/2026).
Hidayatul menjelaskan, keberadaan layanan tersebut menjadi salah satu upaya Posyandu Melati memastikan persoalan akses tidak menghambat masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dasar. Inovasi itu sekaligus memperkuat fungsi Posyandu sebagai layanan yang lebih dekat dengan kebutuhan warga.
Dalam proses penilaian, Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu HSS Mustaidah Syafrudin Noor turut menyaksikan presentasi dari Media Center Sekretariat Daerah (Setda) HSS bersama jajaran pengurus TP Posyandu HSS. Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi kader untuk mempertahankan sekaligus mengembangkan inovasi pelayanan berbasis kebutuhan masyarakat.
Keikutsertaan SAPANJADI dalam ajang tingkat provinsi juga menunjukkan bahwa inovasi pelayanan kesehatan di tingkat desa dapat dikembangkan dengan menempatkan kemudahan akses sebagai salah satu perhatian utama. Ke depan, layanan tersebut diharapkan terus dimanfaatkan dan dikembangkan agar semakin banyak warga yang menghadapi hambatan mobilitas tetap dapat memperoleh pelayanan Posyandu. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan