Gempa Dahsyat Kolombia, Menteri Malah Terekam di Pantai

Menteri Perumahan Kolombia Jaime Andres Beltran mendapat tekanan politik setelah perjalanan ke Karibia terungkap ketika negara itu masih menangani dampak gempa 7,4 magnitudo.

BOGOTÁ – Menteri Perumahan Kolombia Jaime Andres Beltran menghadapi tekanan politik setelah perjalanan keluarganya ke kawasan Karibia terungkap ketika pemerintah masih menangani dampak gempa berkekuatan 7,4 magnitudo yang menewaskan hampir 300 orang dan menghancurkan puluhan ribu rumah.

Perjalanan Beltran ke Santa Marta menjadi sorotan setelah foto dan video yang memperlihatkan dirinya berada di pantai beredar di media sosial. Kondisi tersebut memicu kritik karena gempa yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada 10 Agustus menyebabkan sekitar 27.000 rumah rusak atau hancur dan membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal.

Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Selasa (18/08/2026), kelompok oposisi sayap kiri Kolombia bahkan menyatakan akan mengajukan mosi tidak percaya terhadap Beltran karena menilai keputusannya mengambil cuti dilakukan pada momentum yang sangat krusial bagi penanganan pascagempa.

Gempa tersebut disebut sebagai salah satu gempa terkuat yang melanda Kolombia dalam hampir setengah abad terakhir. Bencana terjadi hanya tiga hari setelah Presiden Abelardo de la Espriella mulai menjabat.

Kritik publik kemudian mendorong Beltran memberikan penjelasan mengenai keberadaannya di Santa Marta. Dalam unggahan di X, ia membantah sedang berlibur dan menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk bertemu keluarganya.

“tidak sedang berlibur”, melainkan hanya “menghabiskan beberapa jam bersama istri dan anak-anak saya, yang sudah tidak saya temui selama berhari-hari”.

Beltran juga menyatakan dirinya segera kembali menjalankan tugas pemerintah, khususnya dalam penanganan pembangunan kembali wilayah yang terdampak gempa.

Ia mengeklaim setelah dari Karibia dirinya “segera” kembali bekerja menangani rekonstruksi pascagempa.

Di tengah polemik tersebut, pemerintah Kolombia masih menghadapi pekerjaan besar untuk memulihkan kehidupan warga terdampak. Ribuan orang harus mengungsi dan sebagian masih memilih tidur di ruang terbuka karena trauma terhadap kemungkinan gempa susulan.

Perdebatan mengenai perjalanan Beltran kini berkembang menjadi persoalan politik setelah oposisi mengancam menggunakan mekanisme parlemen untuk meminta pertanggungjawaban menteri. Polemik itu sekaligus menempatkan pemerintah dalam sorotan terkait kecepatan dan keseriusan penanganan rekonstruksi pascabencana. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com