Pemkot Banjarbaru menanam pohon gaharu di Arboretum Ayu Tirta sebagai simbol penguatan peran perempuan dalam menjaga lingkungan dan mendorong ekonomi hijau.
BANJARBARU – Semangat Kartini masa kini di Kota Banjarbaru diwujudkan melalui gerakan pelestarian lingkungan dengan penanaman pohon gaharu di Arboretum Ayu Tirta, Rabu (20/05/2026). Kegiatan ini menjadi simbol penguatan peran perempuan dalam menjaga alam sekaligus mendorong kesadaran terhadap potensi ekonomi hijau.
Program bertajuk “Kartini Hebat Banjarbaru” tersebut digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru sebagai bagian dari gerakan nyata untuk memperkuat kepedulian lingkungan. Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby hadir dalam kegiatan itu bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Banjarbaru Riandy Hidayat, sebagaimana diberitakan Media Center Banjarbaru, Rabu (20/05/2026).
Penanaman pohon gaharu di Arboretum Ayu Tirta tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pesan bahwa perempuan dapat mengambil peran strategis dalam merawat lingkungan, menjaga keberlanjutan, serta memberi teladan bagi generasi mendatang.
Di kawasan arboretum tersebut, Wali Kota Banjarbaru menanam pohon gaharu sebagai simbol lahirnya semangat “Kartini Hebat Banjarbaru”. Gerakan ini menempatkan perempuan bukan hanya sebagai penggerak sosial, tetapi juga pelopor kepedulian terhadap alam dan kehidupan.
Pohon gaharu atau Aquilaria dipilih karena memiliki nilai ekologis dan ekonomi tinggi. Tanaman yang kerap disebut “emas hijau nusantara” ini dikenal menghasilkan kayu beraroma khas dan damar wangi yang diminati hingga pasar internasional.
Keunikan gaharu terdapat pada proses terbentuknya resin alami ketika batang pohon mengalami infeksi jamur tertentu. Dari proses tersebut, terbentuk gubal gaharu yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi dikembangkan sebagai komoditas bernilai tambah.
Usai penanaman, Wali Kota Banjarbaru bersama Ketua TP PKK Kota Banjarbaru meninjau kawasan Arboretum Ayu Tirta didampingi founder Arboretum Ayu Tirta, Chendrawan Sugianto. Dalam kunjungan itu, mereka melihat berbagai jenis tanaman serta kekayaan keanekaragaman hayati yang dikembangkan sebagai sarana edukasi lingkungan.
Wali Kota Banjarbaru menyampaikan apresiasi terhadap pengelolaan Arboretum Ayu Tirta. Menurut dia, keberadaan arboretum menjadi ruang penting untuk memperkenalkan ragam tanaman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan alam.
“Lingkungan yang terjaga adalah investasi besar bagi masa depan daerah. Karena itu, kepedulian terhadap alam harus terus ditanamkan bersama-sama,” ungkapnya.
Momentum tersebut juga diisi dengan penyerahan cendera mata dan tas dari founder Arboretum Ayu Tirta kepada Wali Kota Banjarbaru sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Banjarbaru ingin menegaskan bahwa semangat Kartini pada era sekarang tidak hanya berbicara tentang emansipasi, tetapi juga keberanian mengambil peran dalam menjaga bumi, merawat kehidupan, dan menggerakkan perubahan positif bagi lingkungan sekitar. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan