Bekantan Masuk Rumah Warga di Berau, Petugas Lakukan Evakuasi Cepat

Petugas Disdamkarmat Berau mengevakuasi bekantan yang masuk ke rumah warga dan berpotensi memicu konflik manusia dengan satwa liar.

BERAU – Respons cepat petugas menyelamatkan seekor bekantan yang masuk ke permukiman warga di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), menjadi sorotan setelah satwa dilindungi itu berpotensi memicu konflik dengan manusia, Minggu (19/4/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Gayam, Kecamatan Tanjung Redeb, saat seekor bekantan tiba-tiba masuk ke dalam rumah warga. Kemunculan primata berhidung panjang itu sempat mengejutkan penghuni rumah dan warga sekitar.

Laporan kejadian segera diteruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Disdamkarmat langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dengan metode khusus.

Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Berau menjelaskan bahwa satwa yang diamankan berukuran cukup besar sehingga berpotensi membahayakan jika tidak segera ditangani.

“Begitu menerima laporan, tim langsung bergerak cepat ke lokasi. Evakuasi dilakukan dengan metode khusus agar satwa tidak stres dan tetap aman,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Berau Terkini, Minggu (19/04/2026).

Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati menggunakan peralatan khusus untuk memastikan keselamatan petugas dan satwa. Keberadaan bekantan di kawasan permukiman diduga karena terpisah dari kelompoknya saat mencari makan, sehingga keluar dari habitat alaminya.

Setelah berhasil diamankan, bekantan tersebut direncanakan diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lanjutan sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

Kabid juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan sendiri ketika menemukan satwa liar di lingkungan permukiman.

“Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak mencoba menangani sendiri ketika ada satwa liar masuk ke dalam rumah. Segera laporkan, agar bisa ditangani dengan aman,” pungkasnya.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas manusia dan habitat satwa liar, serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat di wilayah yang berdekatan dengan kawasan alami. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com