Respons cepat tim gabungan berhasil mengendalikan kebakaran lahan seluas 2 hektare di Bontang sebelum meluas ke area permukiman dan fasilitas vital.
BONTANG – Respons cepat tim gabungan berhasil mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 2 hektare di Jalan Gotong Royong, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (18/04/2026). Peristiwa yang terjadi di belakang RSUD Taman Husada itu kini telah dinyatakan terkendali setelah upaya pemadaman intensif dilakukan sejak laporan awal diterima.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang menyebutkan laporan pertama diterima dari pihak kelurahan sekitar pukul 14.40 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan sejumlah unsur untuk mempercepat penanganan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Bontang, Usman, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik, Ismail, mengatakan penanganan dilakukan secara terpadu guna mengantisipasi meluasnya api. “Tim bergerak cepat begitu menerima laporan. Penanganan dilakukan bersama-sama agar api tidak semakin meluas,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Wartabanjar, Minggu, (19/04/2026).
Upaya pemadaman melibatkan berbagai pihak, antara lain BPBD, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta unsur Kelurahan Belimbing. Petugas menggunakan peralatan sederhana seperti pompa punggung dan metode manual untuk menjangkau titik api yang sulit diakses kendaraan.
Kebakaran yang melanda area semak belukar tersebut sempat meluas hingga mencapai sekitar 2 hektare. Namun, berkat kerja sama lintas instansi, api berhasil dikendalikan sebelum merambat lebih jauh ke area permukiman maupun fasilitas vital di sekitarnya.
Ismail mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada musim kemarau yang rawan memicu kebakaran lahan. “Kami imbau masyarakat selalu waspada, apalagi cuaca kemarau seperti saat ini sangat berpotensi memocu kebakaran lahan,” tutupnya.
Keberhasilan penanganan ini diharapkan menjadi pengingat pentingnya sinergi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus mendorong peran aktif masyarakat dalam mencegah kebakaran sejak dini.[]
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan