ilustrasi

Beruang Liar Dekati Permukiman di Kotim Saat Musim Rambutan

Seekor beruang liar beberapa kali terlihat mendekati permukiman warga di Desa Sungai Paring, Kotim, saat musim rambutan dan dilaporkan akan ditangani BKSDA.

KOTAWARINGIN TIMUR – Warga Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), meningkatkan kewaspadaan setelah seekor beruang liar berukuran besar beberapa kali terlihat mendekati permukiman untuk mencari makan. Satwa itu diduga turun ke sekitar rumah warga karena tertarik buah rambutan yang sedang musim.

Kemunculan beruang tersebut dilaporkan terjadi di kawasan Rukun Tetangga (RT) 9 wilayah hulu Bincut. Hewan liar itu disebut kerap muncul pada subuh hingga pagi hari dan mendekati kebun serta pekarangan rumah yang memiliki pohon rambutan berbuah, sebagaimana diberitakan Lik Sampit, Minggu, (14/06/2026).

Salah seorang warga, Mayang, mengatakan beruang itu sempat terlihat berada di belakang rumahnya pada Minggu pagi. Kemunculan satwa tersebut membuat warga khawatir karena lokasinya sangat dekat dengan permukiman.

“Benar, di belakang rumah pagi tadi. Setiap subuh kayaknya turun memakan buah rambutan di belakang rumah,” ujarnya.

Menurut Mayang, beruang itu tidak hanya terlihat sekali. Dalam beberapa hari terakhir, satwa liar tersebut beberapa kali muncul di sekitar permukiman sehingga warga mulai mengurangi aktivitas seorang diri di kebun, terutama yang berada dekat semak dan pepohonan.

“Takut juga karena dekat rumah,” kata Mayang.

Keresahan warga terutama dirasakan oleh orang tua yang memiliki anak-anak. Mereka khawatir kemunculan beruang di sekitar rumah dapat membahayakan keselamatan apabila tidak segera ditangani oleh petugas berwenang.

Mayang mengatakan, laporan mengenai kemunculan beruang liar itu telah disampaikan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Petugas disebut berencana melakukan penanganan agar satwa tersebut tidak kembali mendekati kawasan permukiman.

“Insya Allah besok siang rencana dipasang perangkap dari BKSDA,” ungkapnya.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari BKSDA terkait kemunculan beruang liar tersebut maupun langkah penanganan yang akan dilakukan. Warga berharap penanganan segera dilakukan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Masyarakat diimbau tetap waspada, tidak mendekati, dan tidak mencoba mengusir beruang secara langsung. Jika satwa itu kembali terlihat, warga diminta segera melapor kepada aparat desa atau petugas terkait agar penanganan dapat dilakukan secara aman tanpa membahayakan warga maupun satwa liar tersebut. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com