Kelurahan Bontang Kuala mengandalkan kegiatan kreatif pemuda, patroli kawasan wisata, dan pengawasan masyarakat untuk mencegah masuknya peredaran narkotika.
BONTANG – Kelurahan Bontang Kuala memperkuat kegiatan kepemudaan, patroli kawasan wisata, dan pengawasan berbasis masyarakat untuk mencegah masuknya peredaran narkotika ke wilayah pesisir tersebut. Langkah ini ditempuh menyusul tingginya mobilitas pengunjung serta ditetapkannya Kelurahan Loktuan dan Tanjung Laut Indah sebagai zona merah peredaran narkotika di Kota Bontang.
Pemerintah Kelurahan Bontang Kuala memilih pendekatan pencegahan dengan menyediakan ruang kreativitas bagi generasi muda. Pemuda dilibatkan dalam berbagai kegiatan seni, hiburan, dan aktivitas sosial di pelataran kawasan wisata Bontang Kuala.
Lurah Bontang Kuala Ardiansyah mengatakan keterlibatan pemuda dalam kegiatan produktif menjadi salah satu upaya untuk menjauhkan mereka dari penyalahgunaan narkotika dan pengaruh negatif lainnya.
“Pemuda kami libatkan dalam berbagai kegiatan positif, termasuk hiburan dan aktivitas sosial kemasyarakatan. Harapannya, mereka memiliki ruang untuk berkarya sehingga terhindar dari pengaruh negatif, termasuk narkoba,” jelasnya.
Kegiatan yang melibatkan Karang Taruna tersebut rutin digelar di kawasan wisata. Pendekatan itu diharapkan mampu membangun lingkungan sosial yang sehat sekaligus menekan risiko keterlibatan remaja dalam penyalahgunaan narkotika.
Menurut Ardiansyah, pencegahan harus dimulai sebelum ditemukan kasus peredaran narkotika. Status zona merah di wilayah lain menjadi peringatan agar Bontang Kuala tidak lengah menghadapi potensi masuknya jaringan peredaran narkoba.
“Makanya kami harus melakukan pencegahan sejak awal. Jangan sampai wilayah yang saat ini masih aman justru ikut terdampak dan menjadi zona merah berikutnya,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Sabtu, (11/07/2026).
Selain pemberdayaan pemuda, pemerintah kelurahan memperkuat pengawasan hingga tingkat Rukun Tetangga (RT). Satuan Tugas (Satgas) RT dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) dioptimalkan untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan dan ketertiban sejak dini.
Unsur kelurahan bersama RT, FKPM, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), serta elemen masyarakat juga melaksanakan patroli secara rutin, terutama pada malam akhir pekan.
Patroli menyasar pelataran wisata, penginapan, dan vila di kawasan pesisir. Pengawasan diperketat karena arus keluar-masuk pengunjung yang tinggi dinilai dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk melakukan aktivitas ilegal.
Bontang Kuala merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama saat akhir pekan. Mobilitas tersebut membuat pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan warga dan pelaku usaha di kawasan wisata.
Pemerintah kelurahan juga menjalankan sosialisasi secara berkelanjutan melalui edukasi langsung kepada masyarakat serta pemasangan spanduk dan media informasi di sejumlah lokasi strategis.
“Masyarakat harus terus diingatkan bahwa dampak narkoba bukan hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Karena itu, pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Ardiansyah.
Hingga kini, pemerintah kelurahan belum menerima laporan mengenai kasus peredaran narkotika di Bontang Kuala. Meski demikian, patroli dan pengawasan tetap dilakukan untuk mempertahankan keamanan wilayah.
“Alhamdulillah sampai saat ini belum ditemukan kasus terkait peredaran narkoba di wilayah kami. Namun pengawasan tetap kami lakukan secara rutin dan konsisten agar kondisi yang aman ini dapat terus terjaga,” pungkasnya.
Kolaborasi pemerintah kelurahan, aparat keamanan, pemuda, dan masyarakat diharapkan dapat menjaga Bontang Kuala tetap bersih dari narkoba sekaligus mempertahankan citranya sebagai kawasan wisata yang aman dan nyaman bagi warga maupun wisatawan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan