Program inklusi sosial Perpusda Paser sejak 2024 berhasil meningkatkan keterampilan masyarakat dan mendorong UMKM lokal menembus pasar nasional.
PASER – Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Paser terus mengintensifkan program inklusi sosial sejak 2024 untuk memberdayakan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui berbagai pelatihan keterampilan yang telah menarik minat luas dan bahkan mendorong produk lokal menembus pasar nasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan Perpusda Paser, Wahyuni Kesuma, mengatakan program tersebut secara aktif digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
“Tahun 2024 kita ada membuat kegiatan pelatihan merangkai bunga, membuat buket bunga di hutan kota. Kemudian tahun lalu 2025 kita ada pelatihan membuat kue lapis yang bertempat di halaman kantor perpusda”, papar Wahyuni, Sabtu (18/04/2026).
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi, terutama dari kalangan pelaku UMKM dan ibu rumah tangga yang ingin mengembangkan keterampilan baru. “Sebenarnya kalau peminat itu sangat banyak yaa mba, tapi memang kita ada batasan. Jadi setiap pelatihan kita buka pendaftaran tapi kita batasi untuk 50 peserta saja”, imbuh Wahyuni.
Dalam pelaksanaannya, bahan pelatihan disediakan oleh panitia, sementara sebagian peralatan didukung oleh narasumber yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Memasuki 2026, Perpusda Paser merencanakan pengembangan program inklusi sosial dengan menggandeng masyarakat desa. Program ini difokuskan pada pembinaan UMKM berbasis potensi lokal di masing-masing desa.
“Salah satu yang kita hubungi itu desa Klempang Sari. Kebetulan di sana kan lagi ada Pakot Lati Tuo yang dikenal dengan potensi kue-kue tradisionalnya. Mudah-mudahan bisa terealisasi di tahun ini”, ungkap Wahyuni.
Selain itu, Perpusda Paser juga memperluas sasaran program dengan melibatkan pelajar melalui kerja sama dengan sekolah. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah pelatihan fotografi bersama Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Tanah Grogot.
Menariknya, program inklusi sosial tersebut telah memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM, di antaranya mampu menembus pasar nasional. “Ada yang sudah sampai tembus pasar nasional. Produknya keripik korek. Itu terbuatnya dari singkong”, Pungkasnya.
Program inklusi sosial yang dijalankan Perpusda Paser menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan keterampilan, kemandirian ekonomi, serta daya saing produk lokal di tingkat yang lebih luas. []
Penulis: Wiwik Rahmawati| Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan