Polisi mengamankan seorang pria pembawa belati di Stadion 17 Mei dan mendalami dugaan keterlibatan dalam peredaran senjata tajam melalui media sosial.
BANJARMASIN – Aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin mengungkap dugaan peredaran senjata tajam (sajam) yang melibatkan seorang pria berinisial MR, setelah diamankan saat keributan pascapertandingan sepak bola di Stadion 17 Mei, Sabtu 11 April 2026.
Penindakan dilakukan setelah petugas merespons laporan keributan di area parkir stadion usai laga antara Barito Putera dan PSS Sleman. Dalam pemeriksaan terhadap sejumlah orang di lokasi, polisi menemukan MR membawa senjata tajam jenis belati yang diselipkan di pinggang kanan.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Banjarmasin, Adi Harry Sucahyo, menjelaskan bahwa temuan tersebut berawal dari upaya pembubaran kerumunan oleh petugas.
“Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan senjata tajam yang disimpan oleh MR di pinggangnya,” ujarnya, Kamis (16/04/2026).
Dari hasil pemeriksaan awal, MR mengaku sempat menyembunyikan belati tersebut di semak-semak sekitar area parkir sebelum pertandingan berakhir. Ia kemudian mengambil kembali senjata tersebut setelah laga selesai, sebelum akhirnya diamankan petugas.
Pengembangan kasus juga mengarah pada dugaan aktivitas jual beli sajam yang dilakukan MR melalui media sosial. Polisi menyebut belati yang dibawa saat itu diperoleh melalui transaksi langsung atau cash on delivery (COD) di kawasan Muara Kelayan.
Saat ini, MR telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolresta Banjarmasin untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Aparat masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam aktivitas peredaran sajam tersebut.
“Kami mengingatkan agar seluruh masyarakat tetap menjaga ketertiban dan tidak membawa barang yang dilarang,” kata Adi, sebagaimana diberitakan Suaramilenial, Kamis (16/04/2026).
Polresta Banjarmasin juga mengimbau masyarakat, khususnya penonton sepak bola, untuk mematuhi aturan keamanan di area stadion guna mencegah potensi gangguan ketertiban umum serta tindakan kriminal. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan