Zelensky meminta dukungan pertahanan udara dan tekanan baru terhadap Rusia, sementara Trump menyatakan siap membantu upaya perdamaian Rusia-Ukraina.
PARIS – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menekankan kebutuhan dukungan pertahanan udara dan tekanan internasional terhadap Rusia saat bertemu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Seven (G7) di Prancis, Selasa (16/06/2026).
Pertemuan itu menjadi momentum bagi Ukraina untuk kembali mendorong bantuan rudal pertahanan udara, lisensi produksi senjata, serta dukungan diplomatik agar Rusia mengakhiri perang, sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Rabu, (17/06/2026).
Di hadapan awak media di Evians les Bains, Trump menyatakan siap melakukan berbagai upaya untuk mendorong terciptanya perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Ia juga menegaskan bahwa Moskow harus mengambil langkah menuju kesepakatan.
“Saya akan melakukan apa pun yang saya bisa,” kata Trump ke awak media di Evians les Bains.
“Dengar, Rusia harus membuat kesepakatan. Saya sudah menyelesaikan delapan perang. Ini adalah perang yang saya kira akan paling mudah diselesaikan,” imbuhnya.
Pernyataan Trump tersebut kembali menyoroti janji politiknya untuk menyelesaikan perang Rusia-Ukraina. Sejak masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2024, Trump beberapa kali menyatakan mampu menghentikan perang tersebut dalam waktu singkat.
Namun, setelah kembali ke Gedung Putih, janji itu belum terealisasi. Upaya diplomatik untuk mempertemukan kepentingan Rusia dan Ukraina masih menghadapi kebuntuan, termasuk dalam komunikasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Zelensky.
Zelensky mengatakan pembicaraannya dengan Trump berfokus pada dua agenda utama, yakni memperkuat pertahanan udara Ukraina dan memajukan jalur diplomasi.
“Agar Rusia mengakhiri perang. Perdamaian diperlukan,” ujar dia.
Zelensky juga menyebut Ukraina memperoleh komitmen dukungan dari negara-negara G7 dalam menghadapi invasi Rusia. Dukungan itu mencakup kebutuhan militer, kesiapan menghadapi musim dingin, serta peningkatan tekanan terhadap Moskow.
“Lebih banyak rudal pertahanan udara beserta lisensi untuk memproduksinya, paket dukungan musim dingin, dan peningkatan tekanan pada Rusia,” kata Zelensky.
“Yang terpenting, AS siap memberikan dukungan dalam seluruh upaya ini,” imbuh dia.
Perang Rusia-Ukraina berlangsung sejak Rusia melancarkan invasi pada Februari 2022. Lebih dari empat tahun sejak perang pecah, komunitas internasional masih menyerukan gencatan senjata permanen, sementara Ukraina terus meminta jaminan dukungan pertahanan dan tekanan diplomatik agar Rusia menghentikan perang. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan