Disdikbud Paser Buka SPMB Manual, Sasar Calon Murid di Wilayah Blank Spot

Disdikbud Paser membuka jalur SPMB manual selama sekitar satu pekan untuk sekolah yang kuotanya belum terpenuhi, terutama di wilayah terpencil dan area blank spot.

PASER – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser membuka pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara manual bagi sekolah yang kuotanya belum terpenuhi, terutama di wilayah terpencil dan area blank spot. Kebijakan ini ditempuh untuk memastikan calon peserta didik yang terkendala akses internet tetap memiliki kesempatan masuk sekolah.

Kepala Disdikbud Paser M. Yunus Syam mengatakan, pendaftaran manual dibuka untuk mengakomodasi calon peserta didik di daerah terpencil serta sekolah yang masih memiliki sisa kuota.

Kepala Disdikbud Paser, M. Yunus Syam

“SPMB ini kita lakukan secara manual buat mereka-mereka yang di blank spot daerah-daerah terpencil. Terutama untuk sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota dan masih terbuka,” ujar Yunus saat ditemui Kamis (02/07/2026).

Yunus menjelaskan, meski dilakukan secara manual, seluruh proses pendaftaran tetap mengacu pada petunjuk teknis (juknis) yang berlaku. Salah satu ketentuan utama yang menjadi perhatian Disdikbud Paser adalah syarat domisili calon peserta didik.

“Itu jelas di juknis, bahwa untuk domisili mereka sudah memiliki Kartu Keluarga (KK) minimal selama satu tahun. Itu yang kita prioritaskan,” jelasnya.

Menurut Yunus, ketentuan tersebut ditegakkan karena masih ditemukan calon peserta didik yang baru mengurus KK sekitar tiga bulan sebelum pendaftaran atau hanya menggunakan surat domisili. Karena itu, Disdikbud Paser tetap berpegang pada juknis sebagai dasar pelaksanaan SPMB.

“Kita kembali kepada juknis. Ibaratnya kalau agama itu kita kembali kepada kitabnya,” tegas Yunus.

Adapun pendaftaran SPMB manual dibuka sekitar satu pekan terhitung sejak Kamis (2/7/2026). Jalur ini terutama ditujukan bagi orang tua yang belum memahami sistem pendaftaran daring serta calon peserta didik yang mendaftar ke sekolah dengan kuota belum terpenuhi.

“Waktunya sendiri, untuk manual ini kita berikan waktu kurang lebih sekitar semingguan ini, mulai hari ini juga,” imbuhnya.

Yunus menyebut, sejumlah sekolah di Paser menghadapi kendala berbeda dalam pelaksanaan SPMB online. Karena itu, jalur manual dibuka sebagai langkah antisipasi agar anak usia sekolah tidak tertinggal dalam proses penerimaan murid baru.

“Insyaallah ini kan sudah berakhir hari ini SPMB kita. Kita lakukan lagi secara manual untuk orang tua yang belum paham dan sekolahnya masih ada kuota,” pungkasnya.

Disdikbud Paser berharap pembukaan jalur manual ini dapat memastikan seluruh calon peserta didik, khususnya di wilayah terpencil, tetap terakomodasi dan memperoleh akses pendidikan secara adil. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com