Temuan pengangkutan kayu log di Gunung Tabur memicu desakan masyarakat agar aparat segera memastikan legalitas dan menindak jika terjadi pelanggaran.
BERAU – Aktivitas pengangkutan kayu log (kayu bulat) menggunakan kendaraan besar di Kecamatan Gunung Tabur memicu desakan publik agar aparat penegak hukum segera memastikan legalitasnya, menyusul temuan di lapangan yang menunjukkan kegiatan tersebut berlangsung tanpa kejelasan pengawasan.
Peristiwa ini terpantau pada Minggu (19/04/2026) di jalan poros wilayah Gunung Tabur, ketika sejumlah truk tronton terlihat mengangkut kayu log melintasi kawasan tersebut. Selain itu, ditemukan pula tumpukan kayu yang diduga berasal dari lokasi tertentu di wilayah Kabupaten Berau (Berau).
Temuan tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait apakah aktivitas tersebut telah memiliki izin resmi atau justru mengarah pada praktik ilegal. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari instansi terkait mengenai status kayu log yang diangkut maupun yang ditumpuk di lokasi.
Sejumlah warga menilai aktivitas tersebut berlangsung tanpa hambatan berarti, sehingga memunculkan dugaan lemahnya pengawasan terhadap distribusi hasil hutan di wilayah tersebut. Kondisi ini juga memperkuat kekhawatiran akan potensi pelanggaran terhadap aturan pengelolaan sumber daya alam.
Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh guna memastikan legalitas aktivitas pengangkutan kayu log tersebut. Jika terbukti melanggar hukum, mereka berharap adanya penindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang di Kecamatan Gunung Tabur belum memberikan klarifikasi resmi terkait temuan tersebut, sebagaimana diberitakan Media, Minggu, (19/04/2026).
Kondisi ini menjadi perhatian penting dalam upaya menjaga kelestarian hutan serta memastikan aktivitas pemanfaatan sumber daya alam berjalan sesuai regulasi, sekaligus mencegah potensi kerugian lingkungan di masa mendatang. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan