0-4064x3048-0-0#

STIE Widya Praja Siapkan Dua Prodi Baru Menuju Institut

STIE Widya Praja Tanah Grogot menyiapkan Prodi Sistem Informasi dan Kewirausahaan untuk memenuhi syarat perubahan bentuk menjadi institut.

PASER – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Praja Tanah Grogot menyiapkan dua program studi (prodi) baru, yakni Sistem Informasi dan Kewirausahaan, sebagai bagian dari proses perubahan bentuk menjadi institut.

Sekretaris Yayasan Tri Sukses Widya Praja Tanah Grogot, Iskandar Zulkarnain, mengatakan dua prodi tersebut tidak termasuk dalam daftar moratorium Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Sekretaris Yayasan Tri Sukses Widya Praja Tanah Grogot, Iskandar Zulkarnain

“Kami menambah dua program studi baru yaitu Sistem Informasi dan Kewirausahaan. Kami sudah cek, dua prodi ini tidak termasuk yang dimoratorium oleh kementerian”, ungkap Zulkarnain saat ditemui di ruangannya Jumat (05/06/2026).

Menurut dia, penambahan dua prodi itu dilakukan untuk memenuhi ketentuan perubahan bentuk dari STIE menjadi institut. Saat ini, STIE Widya Praja baru memiliki satu jurusan, yakni Manajemen.

“Ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan kementerian yang mensyaratkan minimal dua fakultas program studi bagi sebuah institut. Sementara saat ini STIE Widya Praja baru memiliki satu jurusan, yakni Manajemen”, imbuhnya.

Zulkarnain menjelaskan, pemilihan prodi Sistem Informasi dan Kewirausahaan dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan kemampuan finansial yayasan.

Transformasi menjadi institut juga diarahkan untuk memperkuat konsep link and match dengan dunia usaha dan dunia industri. Untuk mewujudkan rencana tersebut, yayasan telah membentuk tim percepatan perubahan bentuk yang diketuai langsung oleh Sekretaris Yayasan, dibantu pejabat struktural STIE Widya Praja, dosen, dan tenaga ahli.

“Saat ini tim tengah menyusun dokumen persyaratan, termasuk kurikulum prodi baru, statuta, dan renstra yang mengacu pada standar industri”, tambahnya.

Saat ditanya alasan tidak membuka Prodi Bisnis Digital yang sedang tren, Zulkarnain menyebut prodi tersebut sudah dibuka oleh Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).

“Kami ingin berbagi peran. Kurang elok kalau membuka jurusan yang sama, sementara saudara kembar kami UMKT yang dulu STIE Muhammadiyah lahir bersamaan dengan kami,” ujarnya.

Ke depan, yayasan akan memperkuat citra institut melalui peningkatan kualitas dosen dan penyusunan kurikulum bersama dunia usaha serta dunia industri. “Sehingga masyarakat meyakini perubahan STIE Widya Praja menjadi institut tidak sekadar berubah nama, tetapi juga diikuti perubahan kualitas lulusan yang dibutuhkan dunia kerja,” pungkasnya. []

Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com