Operasi SAR gabungan bersama masyarakat berhasil mengevakuasi seluruh korban kecelakaan helikopter PK-CFX dari medan perbukitan Sekadau hingga dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak.
SEKADAU – Seluruh korban kecelakaan helikopter PK-CFX berhasil dievakuasi oleh tim pencarian dan pertolongan setelah operasi intensif semalam suntuk di wilayah perbukitan pedalaman Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), dengan medan berat dan akses terbatas.
Keberhasilan evakuasi tersebut menjadi titik akhir dari operasi search and rescue yang melibatkan Tim Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue/SAR) gabungan bersama masyarakat setempat. Proses berlangsung sejak malam hingga pagi hari, dengan kondisi medan yang menantang namun didukung cuaca yang relatif bersahabat.
On Scene Commander (OSC) Operasi SAR, Suaka Tarihoran, menjelaskan bahwa pada pukul 22.03 WIB, tim menemukan bagian tubuh korban di sekitar lokasi serpihan helikopter.
“Pada pukul 22.03 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi delapan body part korban dari serpihan helikopter PK-CFX,” ujarnya sebagaimana diberitakan Aksaraloka, Jumat (17/04/2026).
Setelah penemuan tersebut, proses identifikasi awal langsung dilakukan oleh pihak perusahaan dengan mencocokkan ciri fisik korban pada malam yang sama. Upaya ini menjadi bagian penting untuk memastikan identitas sebelum proses lanjutan dilakukan.
Evakuasi kemudian dilanjutkan dengan memanfaatkan momentum cuaca yang mendukung serta bantuan masyarakat yang turut terlibat di lokasi. Seluruh bagian tubuh korban terlebih dahulu dikumpulkan di titik kumpul di puncak bukit sebelum dibawa turun ke posko utama.
“Dengan kondisi cuaca yang mendukung dan bantuan masyarakat, kami lanjutkan evakuasi ke titik kumpul di puncak bukit untuk selanjutnya dibawa ke posko,” jelasnya.
Setelah melalui proses panjang di medan yang sulit, pada pukul 06.00 WIB seluruh korban akhirnya berhasil dievakuasi ke posko. Tim medis yang telah bersiaga langsung melakukan penanganan awal sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan.
Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Pontianak untuk menjalani proses identifikasi lanjutan serta penanganan sesuai prosedur yang berlaku. Operasi ini melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, termasuk partisipasi aktif masyarakat setempat dalam mendukung proses pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian yang sulit dijangkau. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan