FBI menangkap tentara pasukan khusus AS atas dugaan penyalahgunaan informasi operasi rahasia penculikan Nicolás Maduro untuk aktivitas taruhan yang menghasilkan keuntungan ratusan ribu dolar AS.
WASHINGTON – Dugaan penyalahgunaan informasi rahasia militer mencuat setelah seorang anggota pasukan khusus Amerika Serikat (AS) ditangkap oleh Biro Investigasi Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) karena diduga meraup keuntungan besar dari operasi sensitif yang melibatkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Penangkapan dilakukan pada Kamis, menyusul temuan bahwa prajurit tersebut memanfaatkan informasi rahasia terkait rencana penggerebekan AS pada Januari lalu. Informasi itu digunakan untuk aktivitas taruhan yang kemudian menghasilkan keuntungan hingga USD409.000 atau lebih dari Rp7 miliar.
Kasus ini menyoroti potensi kebocoran informasi dalam operasi militer rahasia sekaligus membuka celah penyalahgunaan data sensitif oleh aparat internal. Operasi yang dimaksud diketahui berkaitan dengan upaya penculikan Nicolas Maduro, yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden Venezuela.
Otoritas AS kini tengah mendalami bagaimana akses terhadap informasi rahasia tersebut dapat disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, serta menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam praktik tersebut. Penyelidikan juga diarahkan pada sistem pengamanan data dalam operasi militer berisiko tinggi.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena berpotensi merusak integritas operasi keamanan nasional dan hubungan diplomatik internasional, sebagaimana diberitakan Sindonews, Jumat (24/04/2026). []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan