Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Ketapang menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, gotong royong, toleransi, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
KETAPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang mendorong penguatan persatuan, gotong royong, dan musyawarah sebagai bagian dari upaya membangun daerah setelah memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026. Pesan tersebut disampaikan dalam upacara peringatan yang digelar di halaman Rumah Jabatan Bupati Ketapang, Kamis (01/10/2026).
Upacara berlangsung dengan mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Bupati Ketapang Alexander Wilyo bertindak sebagai inspektur upacara.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Ketapang Jamhuri Amir, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ketapang, kepala perangkat daerah, jajaran TNI dan Polri, serta undangan lainnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya ditempatkan sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut antara lain tercermin melalui sikap menjaga persatuan di tengah keberagaman, membangun komunikasi, menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah, serta memperkuat kepedulian sosial.
Dalam konteks pembangunan daerah, Pemkab Ketapang mengajak masyarakat berpartisipasi sesuai peran masing-masing. Semangat gotong royong dinilai diperlukan agar pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan masyarakat dan berbagai unsur daerah.
Penguatan toleransi juga menjadi bagian dari pesan peringatan tersebut. Kehidupan masyarakat yang harmonis diharapkan dapat menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan yang mendukung pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Pemkab Ketapang juga menekankan bahwa nilai persatuan perlu diwujudkan melalui tindakan konkret, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat hingga pemerintahan. Dengan demikian, peringatan Hari Kesaktian Pancasila diarahkan tidak berhenti pada kegiatan upacara, tetapi berlanjut dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Peringatan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan ketika menghadapi berbagai perbedaan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan Ketapang yang maju, sejahtera, dan berdaya saing, sebagaimana diberitakan Ketapang Media, Kamis, (01/10/2026). []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan