gambar ilustrasi

Heboh Pembegalan Pedagang Bakso di Tala, Polisi Buru Pelaku

Polisi masih menyelidiki dugaan pembegalan terhadap pedagang bakso keliling di jalur sepi Desa Jilatan, Kecamatan Batuampar, Tala, yang menyebabkan korban kehilangan uang belanja dagangan.

TANAHLAUT – Aparat kepolisian masih memburu pelaku dugaan pembegalan terhadap seorang pedagang bakso keliling di kawasan Jembatan Dewata, Desa Jilatan, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (06/05/2026) pagi. Peristiwa tersebut mengakibatkan korban kehilangan uang belanja untuk kebutuhan berdagang setelah dirampas pelaku di jalur penghubung Desa Jilatan dan Desa Durianbungkuk.

Korban diketahui bernama Bambang, seorang pedagang bakso keliling yang saat kejadian melintas di jalur sepi sekitar pukul 08.00 Wita. Lokasi tersebut dikenal sebagai akses alternatif warga untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk menuju pasar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan korban sempat mengalami syok usai kejadian dan langsung dievakuasi relawan menuju Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Durianbungkuk untuk mendapatkan penanganan medis.

“Korban masih syok, mengalami luka ringan. Tas berisi duit untuk keperluan belanja di pasar, raib digasak pelaku,” sebut salah satu relawan, sebagaimana dilansir Banjarmasinpost, Rabu (06/05/2026).

Foto yang beredar di media sosial memperlihatkan korban terbaring di ranjang darurat mengenakan kaus hitam dan celana panjang warna krem setelah dievakuasi dari lokasi kejadian.

Hingga kini, kronologi lengkap dugaan pembegalan tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Identitas pelaku juga belum diketahui dan petugas masih melakukan penelusuran di lapangan untuk mengungkap pelaku serta memastikan detail kejadian.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tala Ricky Boy melalui Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Batuampar Munadi membenarkan adanya insiden tersebut. Namun, pihak kepolisian belum dapat menyampaikan informasi lebih rinci terkait proses penyelidikan yang masih berlangsung.

“Benar ada kejadian tersebut. Anggota masih di lapangan melakukan penanganan,” ujar Munadi singkat.

Kasus ini kembali memunculkan kekhawatiran warga terhadap keamanan di jalur penghubung antardesa yang minim aktivitas dan relatif sepi, terutama pada pagi hari saat masyarakat mulai beraktivitas ekonomi. Polisi diharapkan segera mengungkap pelaku agar situasi keamanan masyarakat tetap kondusif. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com