Ledakan mobil di Balashikha menewaskan seorang jenderal Rusia yang disebut berperan penting dalam pengadaan rudal dan amunisi artileri untuk perang di Ukraina.
MOSKWA – Rangkaian serangan terhadap pejabat tinggi militer Rusia kembali menjadi sorotan setelah sebuah ledakan mobil di Balashikha, pinggiran Moskwa, menewaskan seorang jenderal yang disebut berperan dalam pasokan amunisi perang Rusia di Ukraina.
Pihak berwenang Rusia mengonfirmasi satu orang tewas dalam ledakan bom mobil pada Selasa (09/06/2026). Namun, otoritas setempat belum mengumumkan identitas korban secara resmi.
Media investigasi The Insider mengidentifikasi korban sebagai Damir Davydov, sosok yang disebut bertanggung jawab atas pengadaan rudal dan amunisi artileri untuk kebutuhan militer Rusia dalam perang di Ukraina, sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu (10/06/2026).
“Sebuah alat peledak diledakkan saat sebuah BMW X3 melaju di dekat sebuah gedung apartemen perumahan,” kata pihak berwenang Rusia.
“Akibatnya, pengemudi mobil tersebut mengalami luka-luka parah yang menyebabkan ia tewas di tempat kejadian,” sambungnya.
Hingga kini, belum ada bukti resmi yang menunjukkan keterlibatan Ukraina. Namun, The Insider melaporkan Dinas Keamanan Ukraina (SBU) berada di balik ledakan tersebut. Ukraina belum memberikan pernyataan publik terkait tuduhan itu.
Penyidik dan ahli forensik Rusia masih memeriksa lokasi kejadian bersama layanan operasional. Pemeriksaan lanjutan disebut akan mencakup uji medis dan bahan peledak.
“Serangkaian pemeriksaan forensik yang diperlukan, termasuk pemeriksaan medis dan bahan peledak, akan dijadwalkan dalam waktu dekat,” kata pihak berwenang, dikutip dari ABC News.
Jika identitas Davydov terkonfirmasi, ia menjadi jenderal Rusia keempat yang tewas dalam serangan serupa sejak Presiden Vladimir Putin mengumumkan invasi ke Ukraina lebih dari empat tahun lalu.
Sebelumnya, Fanil Sarvarov tewas dalam ledakan alat peledak di bawah mobil di Moskwa pada Desember 2025. Pada April 2025, Yaroslav Moskalik juga tewas dalam ledakan di Balashikha. Sementara itu, Igor Kirillov tewas pada 2024 setelah bom yang dipasang pada skuter meledak di luar blok apartemen di Moskwa.
Deretan kematian pejabat militer itu memperkuat sorotan terhadap keamanan internal Rusia, terutama bagi figur yang memiliki peran langsung dalam operasi perang dan logistik militer. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan