Video keributan dua remaja di Jembatan Dewi Banjarmasin viral setelah memperlihatkan aksi saling cengkeram hingga dugaan penusukan benda ke arah tubuh lawan.
BANJARMASIN – Video keributan dua remaja di kawasan Jembatan Dewi, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), viral di media sosial dan memicu perhatian warga karena terjadi saat dini hari serta memperlihatkan dugaan tindakan berbahaya dalam perseteruan tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (27/06/2026) sekitar pukul 01.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita), sebagaimana diberitakan Banjarmasinpost, Sabtu (27/06/2026). Dalam video yang beredar melalui akun Instagram @kabarbanuakalsel, dua remaja laki-laki tampak beradu mulut di sekitar Jembatan Dewi.
Ketegangan meningkat ketika keduanya saling mencengkeram baju dan terlihat bersiap melakukan kontak fisik. Dalam rekaman itu, salah satu remaja juga tampak menusukkan sesuatu ke arah tubuh lawannya.
Belum diketahui secara pasti apakah benda yang digunakan tersebut merupakan benda tajam atau benda tumpul. Pemicu keributan juga belum terungkap hingga video itu ramai dibagikan.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kemudian bergerak cepat memisahkan keduanya. Upaya itu membuat perseteruan tidak berlanjut lebih jauh di area publik tersebut.
Keributan itu menjadi perhatian karena terjadi di kawasan Jembatan Dewi, salah satu jembatan tua dan ikonik di Banjarmasin yang membentang di atas Sungai Martapura. Jembatan ini menjadi akses penting yang menghubungkan kawasan pusat kota dengan area niaga dan pasar tradisional.
Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi warga agar tidak gegabah saat menyaksikan perkelahian, terutama jika ada dugaan penggunaan benda berbahaya. Warga disarankan menjaga jarak aman, meminta bantuan orang dewasa atau petugas keamanan, serta menghindari tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
Selain itu, warga perlu menjauhkan benda berbahaya di sekitar lokasi dan memastikan pihak yang terluka atau terancam mendapat ruang aman setelah keributan mereda. Langkah cepat warga di lokasi diharapkan menjadi contoh penanganan awal agar konflik serupa tidak berkembang menjadi tindakan yang lebih membahayakan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan