Seorang perempuan di Kotim dirawat di RSUD Murjani Sampit setelah diduga dibakar kekasihnya sendiri menggunakan pertalite saat terjadi pertengkaran.
KOTAWARINGIN TIMUR – Seorang perempuan berinisial TL harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), setelah diduga dibakar oleh kekasihnya sendiri, SM, di rumah korban, Jumat (26/06/2026) dini hari.
Peristiwa itu diduga dipicu pertengkaran setelah korban membaca pesan WhatsApp (WA) di ponsel SM. Dalam pesan itu, SM disebut merayu perempuan lain yang kabarnya telah bersuami. SM membantah tudingan tersebut hingga cekcok terjadi.
Kasus ini menambah daftar kekerasan terhadap orang dekat di Kalteng, setelah sebelumnya seorang perempuan penjaga angkringan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) meninggal dunia usai diduga dibakar mantan suami sirinya.
Dalam peristiwa di Kotim, sebagaimana diwartakan Wartabanjar, Sabtu (27/06/2026), pertengkaran antara TL dan SM sempat mereda ketika SM meninggalkan rumah korban untuk bekerja. Namun, emosi SM diduga kembali tersulut setelah tidak bisa menghubungi korban karena nomor teleponnya diblokir.
SM kemudian kembali ke rumah korban. Cekcok kembali terjadi hingga berujung penyiraman bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite ke tubuh korban.
“Dia langsung menyiram badan saya. Setelah itu dia juga menyiram badannya sendiri sambil bilang, ‘Ayo kita mati dua-duanya, sehidup semati’,” kata korban.
Setelah itu, SM diduga menyalakan korek api dan menyulutkan api ke tubuh korban. Api juga mengenai tubuh SM.
Keduanya lalu berlari ke kamar mandi untuk memadamkan api. TL mengalami luka bakar cukup parah sehingga harus dirawat di RSUD Murjani Sampit. Sementara SM disebut hanya mengalami luka bakar ringan di bagian wajah dan telah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.
Hingga Sabtu (27/06/2026), polisi setempat belum menerima laporan resmi terkait peristiwa tersebut. Kasus ini menjadi peringatan penting agar konflik dalam relasi personal tidak diselesaikan dengan kekerasan yang dapat mengancam keselamatan jiwa. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan