Liga Santri 2026 di HSU menjadi wadah para santri mengembangkan bakat sepak bola sekaligus membangun kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas.
AMUNTAI – Lapangan Pahlawan Amuntai menjadi ruang bagi para santri di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) untuk mengembangkan kemampuan olahraga sekaligus membangun karakter melalui Liga Santri 2026. Turnamen sepak bola antarpesantren tersebut dibuka Kamis (01/10/2026) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Kompetisi itu mempertemukan pondok pesantren se-HSU dengan sepak bola sebagai sarana mengasah kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, dan sportivitas. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut diharapkan membuka peluang lahirnya bibit atlet dari lingkungan pesantren.
Bupati HSU Sahrujani saat membuka turnamen mengatakan kegiatan olahraga memberikan ruang bagi santri untuk menyalurkan bakat sekaligus mengembangkan kemampuan di luar bidang pendidikan keagamaan.
“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya Liga Santri antarpondok pesantren se-Kabupaten Hulu Sungai Utara ini. Kegiatan seperti ini sangat positif karena dapat menjadi wadah bagi para santri untuk menyalurkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga,” ujarnya sebagaimana diberitakan MC HSU, Kamis, (01/10/2026).
Menurut Sahrujani, nilai yang dibangun melalui pertandingan sepak bola memiliki keterkaitan dengan pembentukan karakter generasi muda. Peserta tidak hanya dituntut mengejar kemenangan, tetapi juga mampu bekerja sama, bertanggung jawab, disiplin, dan menghormati lawan.
“Saya berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan turnamen ini sebagai ajang silaturahmi. Menang dan kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi yang paling penting adalah menjaga sportivitas, persaudaraan dan kebersamaan,” pesannya.
Keberadaan pesantren, lanjut Bupati HSU, tidak hanya berperan dalam membekali santri dengan pengetahuan keagamaan. Lingkungan pendidikan tersebut juga memiliki ruang untuk mendukung pola hidup sehat serta pengembangan berbagai potensi generasi muda, termasuk olahraga.
Pertandingan pembuka antara Nurul Muttaqin dan Ummul Qura berlangsung antusias. Para pemain dari kedua pondok pesantren berupaya menunjukkan kemampuan terbaik, sedangkan dukungan suporter dari masing-masing pesantren menambah semarak pertandingan.
Liga Santri tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan yang dapat mempertemukan minat olahraga dengan pendidikan karakter. Dari kompetisi antarpesantren itu, potensi pemain muda diharapkan dapat teridentifikasi dan berkembang sehingga mampu membawa nama HSU dalam ajang olahraga yang lebih luas. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan