Masjid An-Nur Jadi Ruang Aspirasi, Neni Dengarkan Suara Warga

Pemkot Bontang memanfaatkan kegiatan Salat Subuh Berjamaah di Masjid An-Nur sebagai ruang ibadah, gotong royong, dialog warga, dan penyampaian program strategis daerah.

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menjadikan masjid sebagai ruang memperkuat ibadah, gotong royong, dan dialog pelayanan publik dengan masyarakat melalui kegiatan Salat Subuh Berjamaah di Masjid An-Nur, Kelurahan Kanaan, Minggu (10/05/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama jajaran Pemkot Bontang. Selain melaksanakan salat berjemaah, Neni bersama pejabat dan warga ikut dalam aksi bersih-bersih masjid bersama Badan Koordinasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Bontang Sony Suwito Adicahyono, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Neni mengatakan, Salat Subuh Berjamaah merupakan salah satu program unggulan Pemkot Bontang untuk memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat. Kegiatan itu juga menjadi ruang mendengar aspirasi warga secara langsung, sebagaimana dilansir Ppid Setda Bontang, Minggu (10/05/2026).

“Kami ingin gerakan iman dan takwa ini berjalan selaras. Kehadiran Pemerintah Kota di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan sarana mempererat silaturahmi, memperkukuh ukhuwah islamiyah, sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung,” ujar Neni menegaskan tujuannya.

Menurut Neni, kegiatan membersihkan pekarangan masjid bukan hanya bagian dari kepedulian terhadap rumah ibadah, tetapi juga memiliki makna sosial dan spiritual bagi masyarakat.

“Saat kita membersihkan masjid, sesungguhnya kita juga tengah membersihkan hati, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar,” imbuhnya memberikan renungan.

Dalam kesempatan itu, Neni juga menyampaikan sejumlah program strategis Pemkot Bontang, antara lain peningkatan akses air bersih, penanganan banjir secara berkelanjutan, serta penguatan bank sampah sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi sirkular masyarakat.

Dari sektor kualitas hidup, Neni memaparkan perkembangan penanganan stunting anak di Bontang. Ia menyebut angka prevalensi stunting turun dari 22 persen menjadi 17 persen.

Neni menargetkan Bontang dapat mencapai zero stunting pada masa mendatang melalui sinergi lintas perangkat daerah, dukungan masyarakat, dan penguatan layanan dasar bagi keluarga.

Sebagai bentuk dukungan pribadi, Neni menyerahkan bantuan dana sebesar Rp3 juta untuk kebutuhan operasional Masjid An-Nur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah dan dialog interaktif bersama jemaah sebagai ruang memperkuat kedekatan pemerintah dengan warga. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com